SUCH

37 5 0
                                        



Terdengar suara cericit burung bernyanyi menyambut cahaya mentari pagi, pagi yang cukup ceria bagi florenzda karena tak ada tanda akan turun hujan tampaknya . dan dimana pagi hari ini ia kembali menginjakkan kaki disekolah yang mengenakan seragam putih abu-abu ini .karena hari ini adalah hari pertama baginya ,flo tak ingin terlambat .yaa.. karna disini statusnya masih anak baru . sikap cuek yang tak takut apapun dibuang jauh-jauh untuk sementara ini.

"ok flo! Hari ini lo gak boleh telat! " gumamnya berbicara sendiri seraya mengikat tali sepatunya dengan tali rafia

Yapp! Namanya juga hari pertama masuk, tidak mungkin tidak ada yang namanya MOS (Masa Orientasi Siswa). dilihatnya berbagai perlengkapan atribut MOS nya sudah lengkap dari atas sampai kebawah .dan otomatis ia masih memakai seragam putih birunya, topi lancip , ikatan rambut dan lain sebagainya.

Sesampainya dipekarangan sekolah flo langsung memakirkan mobil pribadinya,flo merupakan tipe gadis yang cuek namun ia tidak dikategorikan gadis polos ataupun lugu hanya saja ia membicarakan hal yang penting menurutnya, dari situ juga banyak kawan-kawannya terkadang merasa sungkan.

Ia berjalan disepanjang koridor sekolah , mencari kursi yang enak diduduki olehnya , tempat duduk dimana terhindar dari kebisingan atau ocehan dan gosip para cewek disekolah barunya itu. Ya, SMA HARMONI.

"hay?" tiba-tiba saja segerombolan cowok tengil menggodanya.kontan flo pun mengarahkan pandangannya kearah lain.

"dylan..! lan..! ada cewek tuh godain dong? " ucap salah satu segerombolan para lelaki tersebut pada temannya atau lebih tepat dibilang dengan ketua genk tersebut. Tampak ia yang tengah asyik membaca komik dan tampak tak ingin mengubris perkataan teman-temannya.

Sedangkan flo menyempatkan diri untuk menatap sinis para lelaki tengil itu sebelum berlalu. Kemudian ia berbalik dan terus berjalan, tanpa ia sadari ada kulit pisang yang dibuang sembarangan , sungguh sial karena tak memandang arah bawah , alhasil membuat ia menginjak kulit pisang tersebut ,kontan saja membuatnya terpeleset . beruntung sekali florendza masih bisa mengimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh . serempak kelompotan laki-laki tersebut menertawai florendza . wajah yang florendza merah padam karna malu sekaligus menahan amarah .

"kalau mau suffle jangan disini , HAHAHA!!" tiba-tiba saja lelaki yang tengah asyik membaca komiknya tadi meledek flo yang masih blushses menahan malu.

"Sabar flo,lo gausah ladenin orang kayak mereka!mereka cuman mau cari sensasi doang.."rutuknya dalam hati, kemudian ia berlalu tanpa menoleh sedikitpun,malu,kesal,dendam,kini tengah menguasai dirinya tapi ia masih beruntung lantaran gadis-gadis yang menurutnya tipe penggoda maupun pengosip yang sedari tadi melirik-lirik lelaki yang tadi mempermalukannya, tidak melihatnya sedikitpun karena gadis-gadis itu pergi diwaktu yang tepat.

"sok kalem!" pekik seorang lelaki sangat terdengar nyaring ditelinga flo,membuatnya menoleh sekejap dan menatab sinis lelaki yang juga tengah memperhatikannya dengan raut merendahkan

"kedua kalinyaa..lo harus tetap sabar, berikan senyuman termanis lo buat orang yang kayak gitu.."gerutunya sambil menghembuskan nafasnya kemudian tersenyum dan berlalu.hal itu tentu saja membuat Dylan terkejut, karena senyuman yang diberikan oleh gadis itu seakan merendahkan harga dirinya.

"gila! Manis banget!" sahut teman-temannya

"pokoknya tuh cewek gebetan gue!"

"gue lah!"

"gue nyett!"

"Diam lu pada!"bentak dylan pada temannya yang masih terpesona dan terus memuji senyuman gadis menyebalkan itu, kini tampak dari raut dylan bahwa ia merasa kalah dengan seorang gadis,karena biasanya gadis seperti itu sering kali ia permalukan sehabis-habisnya.gadis itu benar-benar berhasil membuatnya penasaran.

Do You Remember Me?Where stories live. Discover now