Heart 1

5 1 0
                                        

Tian hampir saja jatuh karena meloncat turun dari motor yang belum berhenti. Keringat mengalir deras didaerah wajahnya. Dan sudah dipastikan badannya juga pasti basah karena keringat. Pintu gerbang sudah tertutup menandakan bel telah berbunyi entah berapa menit yang lalu. Tian tidak mau melihat jam tangannya, takut akan lebih merasa gugup melihat berapa menit dia terlambat.

Sumpah. Ini bukan pertama kalinya dia terlambat setelah dua tahun sekolah disini. Seharusnya Tian akan biasa saja kalau terlambat. Tapi karena ada peraturan baru yang dibuat seminggu yang lalu, jadilah Tian merasa keterlambatannya hari ini seperti hal yang baru. Duh! Kalau bukan karena maraton drama korea tadi malam, pasti dia tidak akan terlambat.

Di depan gerbang, ada sekitar belasan murid yang juga terlambat seperti dirinya. Kebanyakan murid kelas dua belas dan sebelas yang kalau dilihat dari mukanya memang tipe murid yang selalu terlambat. Hanya ada tiga orang anak kelas sepuluh yang Tian tidak kenal sama sekali. Yang jelas ketiga anak kelas sepuluh itu tipe anak biasa aja yang tidak pernah terlambat tapi mungkin hari ini lagi apes, ya jadinya terlambat.

"Itu yang baru datang. Buat barisan baru. Baris sendirian dipaling ujung." Teriak Pak John, guru matematika yang memang lagi tugas piket hari ini.

Tian segera berdiri disamping barisan anak sebelas lain yang terlambat, memisahkan diri, membuat barisan baru.

"Ciye telat" Ucap Aldo sambil senyum-senyum tidak jelas, teman sekelas sekaligus teman sangat dekat Tian yang ternyata juga terlambat. "Dapat selempang miss universe deh"

Tian yang mendengar suara Aldo langsung menoleh kesamping dan ikut tersenyum geli. Peraturan baru yang dibuat adalah murid yang terlambat akan dijemur sambil hormat di depan tiang bendera dan memakai selempang bertuliskan 'Saya terlambat, jangan tiru saya' sampai istirahat pertama.

Walaupun tersenyum geli, keringat masih tetap mengalir deras diwajah Tian. Poninya terlihat lepek karena terkena keringat.

"Yan lo ga papa? Basah banget lo" tanya Aldo yang melihat keadaan Tian.
"Ga papa. Udah lo diam tuh Pak John jalan kesini." Balas Tian berbisik.
"Kamu lagi kamu lagi. Bapak sampai bosan lihat muka kamu. Heran. Lagi itu tas kamu isinya apa? Kecil begitu. Buku tulis aja tidak masuk." Pak John mulai mengomeli Aldo yang memang langganan terlambat.
"Kamu juga Tian, walaupun tidak separah Aldo, tapi kamu termasuk sering terlambat." Sekarang Tian yang mendapat giliran.
"Seharusnya kalian itu bisa disiplin. Ada peraturan baru loh. Semakin kalian terlambat malah semakin banyak pelajaran yang tidak kalian ikuti." Teriak Pak John yang kali ini ditujukan kepada semua murid yang terlambat.
"Sekarang masuk, pakai selempangnya. Berbaris seperti ini lagi depan tiang bendera. Hormat yang betul. Jangan hormat tapi kakinya gaya kuda. Harus yang tegap. Terutama kamu Aldo. Hitung-hitung latihan, biar kalau upacara bendera cara berdiri kamu itu benar."
Aldo yang mendengar itu hanya mendengus. Hampir semua murid juga berdirinya gitu kali, Pak. Dumel Aldo dalam hati

Setengah jam berlalu panas sudah mulai menyengat. Lagi, Tian berkeringat tidak wajar.
"Tian, kalau lo sakit bilang aja ke Pak John." Usul Kak Sisi yang daritadi memperhatikan Tian.
"Eh Yan, iya gih. Lo keliatan ga normal. Ntar lo pingsan pasti gue lagi yang repot." Sambar Aldo ketika melihat keringat Tian yang memang keliatan tidak normal dari depan gerbang sekolah tadi.
Tian menyeka keringat didahinya.
"Eh ga papa kok Kak. Ini sakit perut aja kok. Sakit perutnya cewek Kak." Jawab Tian. "Yee, lo pikir gue selemah itu apa" lanjut Tian melirik tajam Aldo.
Aldo cuma terkikik tidak jelas melihat tatapan Tian.
"Nah kan sakit perut, lo ke uks aja. Sini gue yang anterin. Ya ya ya?"
"Modus lo Al. Ga ah, males ke uks."

Bel tanda istirahat pertama baru saja berbunyi. Tian, Aldo dan anak-anak lain yang terlambat segera berlarian mengambil tas mereka dipinggir lapangan dan menuju kelas masing-masing.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 26, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Unanswerable HeartWhere stories live. Discover now