1. Denada Wilona

64 12 1
                                        

"Miss Nada, segala persiapan pernikahan buat klien kita sudah siap "

"Oh iya, saya akan segera cek langsung kesana".

"Iya miss,"

Denada atau kerap dipanggil Nada pun bergegas mengecek segala persiapan pernikahan kliennya mulai dari gaun, ballroom, catering, dan lainnya.

"Gaun ok, sound ok, ballroom ok, kue ok, hmmm kayanya bunga itu lebih cocok taruh didekat pintu disamping foto pengantin deh sha", ucap Nada pada assistennya Asha.

"Iya miss, nanti saya koordinasi ke tim lagi segera."

"Ok, tolong kamu wakilkan ya buat acara pernikahan Tuan Azka sama Nyonya Merry titip salam buat mereka"

"Iya miss, memangnya miss Nada mau kemana ?",

"Oh saya ada meeting dengan klien lain yang akan pakai hotel kita lagi"

"Oh baiklah miss, hati - hati ya"

"Ok Asha, dan tolong berikan yang terbaik buat mereka"

Asha pun mengangguk patuh pertanda ia mengerti akan perintah Nada atasannya.

__**

Nada pun bergegas berjalan memasuki sebuah caffe elit dengan nuansa yang megah. Dia segera menduduki tempat yang sudah di booking nya.

I jam Nada menunggu , namun tidak ada tanda - tanda klien nya ini datang.

Kring
Kring

Nada membuka hp nya dengan malas karena mood dia benar - benar hancur karena kliennya yang ngaret.

From : Ny. Bianca (klien)
Maaf hari ini kita tidak bisa bertemu besok saja ..

What the fuck ? Ingin rasanya Nada menelan hp , kursi, meja atau semua yang ada di caffe ini.

Tiga kali sudah klien yang menurutnya menyebalkan ini membatalkan meet nya. Kalau tidak karena semboyannya klien adalah raja sudah dia bantai klien itu.

Dia belum pernah bertemu dengan klien ini tapi sudah dibuat stress dan dongkol sama sikap nya yang seenak udelnya sendiri. Seperti sekarang ini, dia sendiri yang minta meet hari ini dia juga yang main asal cancel. Demi apapun dimuka bumi ini ia ingin menggorok leher si klien ini.

"Sabar nad, sabar ... Orang sabar disayang mantan ", gumam Nada .

"Lah apa sih gue, ngomongin mantan pula. Please deh Nada stop ngomongin mantan , gak penting banget sih", gerutu nada dengan muka datarnya. Beda didalam hatinya yang sesungguhnya sangat merindukan masa lalunya.

"Al, gimana kabar kamu ?",

Wajah muram kini menghiasi wajah Nada. Dia pun memilih pergi dari tempat itu dan kembali ke kantor untuk menyibukan dirinya.

Nada 5 tahun ini memang selalu menyibukkan dirinya. Meskipun kerjaan lagi kosong dia selalu ada saja yang dicarinya agar ada kerjaan. Menurut Nada dia jauh lebih baik dibandingkan menyendiri dirumahnya. Dia akan kembali ke kenangan masa lalunya bersama mantan yang kini masih dicintainya.

Orang tua Nada sudah meninggal sejak dia SD, saudara dia tidak ada karena dia anak satu - satunya. Dia bisa bersekolah sampai sarjana berkat pamannya. Namun sejak ia bekerja ia memilih tinggal sendiri tidak mau merepotkan pamannya terlalu jauh. Dia udah cukup bersyukur dengan kondisinya saat ini. Disisi lain , di tidak mau lagi di jodoh - jodohkan oleh paman dan tantenya lagi. Benar - benar berasa perawan tua, padahal Nada baru berusia 23 tahun.

"23 ? Bukannya udah tua ya lu nad ?"

Persetan lah ini hati, siapa juga yang perawan tua ?. Yah memang sih kebanyakan teman - temannya udah ada yang menikah, ada juga yang sudah beranak 3, dan lebih mirisnya sudah ada yang jadi janda beranak pula lagi.

Tapi Nada tetap (sok) stay cool , selalu meyakinkan diri kalau jomblo itu happy. Meskipun hati berkata lain.

Yah memang terlalu munafik orang yang mengatakan hal seperti itu. *termasuk authornya juga hiks ... Hikss... #nangis di lampu merah sambil bawa gendang

Setulus Cinta DENADAWhere stories live. Discover now