Prolog

16 1 0
                                        


Humayun's Tomb adalah sebuah bangunan yang terletak di jantung kota New Delhi dan menjadi representasi bukti cinta seorang istri pemimpin Islam yakni Hamidah Banu Begam kepada suaminya yakni raja Humayun yang dibangun pada tahun 1556. Konsep dan dasar pendirian bangunan ini mirip dengan pembangunan Taj Mahal di Agra yang didirikan atas dasar wujud cinta terhadap pasangan. Namun yang membedakan, jika Taj Mahal adalah bukti cinta suami terhadap istri, Humayun's Tomb adalah bukti cinta istri pada suami.

Mungkin semua akan jadi lebih baik jika dia adalah salah satu keturunan Mughal Agung yang membuktikan cinta terhadap kekasih dengan bangunan-bangunan megah.

Agra, 22 mei 2014
08.30

"Di, lo harus kembali. Ga ada yang menerima alasan lo pergi ninggalin Indonesia" suara diseberang telepon memecah lamunannya.

"Bukannya gue udah kasi note buat lo? Gue kan udah bilang, gue bakalan balik kok," Dianya berusaha mengurai kecemasan Tia, kakaknya.

"Gue tau, lo bakalan kembali. Tapi Di, mama sama papa ngga trima lo pergi gitu aja!"

"Gue tau mereka cemas. Tapi, -"

"Gue ga mau dengar apapun alasan yang mau lo ungkapin Di, gue cuma minta lo pulang. Mama beneran cemas sama keadaan lo"

"Gue ga bisa pulang sekarang. Lo harus tau, semuanya udah berubah sekarang" Diana menitikkan air mata mengingat apa yang terakhir dilihatnya.

"Apapun yang berubah, gue ga peduli. Lo harus cepatan pulang! Lo ngga kasian sama mama Di? Terserah lo, kalo lo ngga peduli sama gue Di, tapi lo harus pikirin mama" Tiara meninggikan nada suaranya membuktikan ketidak sukaanya.

"Tapi gue ga bisa kak, gue minta pengertian lo sebagai kakak gue. Gue juga minta tolong jelasinke mama kalo gue disini baik-baik aja" Dianya berusaha membujuknya dengan memanggilnya kakak.

"Gue udah capek denger permintaan lo yang ga ada ujungnya. Asalkan lo tau Di, mama ada disamping gue mendengar semua jawaban lo. Dan dia sekarang lagi nangis karna anak tersayangnya ga mau mendengarkan dia. Udah ya Di, gue lelah sama lo yang kekanak-kanakan"

Dianya menghela napas, telepon dimatikan sepihak. Dia merasa bersalah atas tindakannya terhadap kakak dan mamanya, apalagi alasan sebenarnya dia tetap berada di India tidak ada lagi. Hanya karna rasa pedulinya yang menahan ia selama ini. Rasa peduli terhadap keluarga sahabatnya, Shrabi Sharma.

Tuhan beri aku kekuatan untuk tetap bertahan menemukan titik terang atas kematian Shrabi, aku yakin Shrabi menginginkan itu dariku. Dianya memejamkan matanya mencoba melupakan sejenak apa yang membebani pikirannya. Mencoba merehatkan sejenak tubuhnya yang masih lelah diatas dipan sederhana milik Shrabi sebelum ia pergi.

Bersambung

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 07, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TakhtaWhere stories live. Discover now