Hi, ini cerita pertama ku, jika ada kesalahan harap dimaklumi ya... :)
"Apa pa, nikah?" ujar Dhea dengan nada heran.
"Iya nikah, kamu aka papa jodohkan dengan anak teman dekat papa" balas seorang lelaki paruh baya dengan nada yang beribawa kepada putrinya.
"Pa, udah deh, papa nggak usah kasih iming-iming anak teman segala, aku udah tau kali kalau aku bakalan nikah sama anak TEMAN BISNIS papa kan!!!" ucap Dhea dengan nada yang di tekankan.
" Ya bagus kalau kamu sudah tau, jadi papa tidak usah bersusah payah lagi untuk memberi pengertian kepada kamu" setelah mendengar ucapan itu Dhea langsung berlari menuju kamarnya dengan mata yang berkaca-kaca. Dhea tak habis fikir, kenapa keluarganya terlalu mengutamakan bisnis ketimbang kebahagiaan anak mereka sendiri. Walau Dhea tau bukan Dhea lah satu-satunya anak yang dijodohkan oleh orang tuanya, namun ke 2 kakaknyapun harus ikut serta merasakan penderitaan yang diciptakan orang tuanya, bahkan kakak pertamnya Sila harus mengakhiri hidup karena tak sanggup mengalami penderitaan di rumah tangganya. Apa sekarang giliran Dhea yang harus merasakan siksaan hidup yang dibuat oleh orang tuannya?, apa sekarang adalah waktu Dhea untuk merasakan penderitaan memiliki rumah tangga dengan orang yang tidak dicintai seperti kakak-kakaknya?. Entahlah kini Dhea hanya mampu melihat permainan takdir yang sudah dimulai.
*****
Jam telah menunjukan pukul 7 pagi, seperti biasa Dhea pun bergegas untuk pergi kesekolah dan Seperti rutinitas sehari-hari Dhea tidak pernah melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah, namun untuk hari ini Dhea mengurungkan niatnya untuk sarapan, karena Dhea sedang tidak ingin bertatap muka dan berbicara pada papanya setelah kejadian tadi malam. Dhea pun langsung melangkah menuju mobil Jazz merahnya dan segera menancap gas untuk kesekolah.
"Hi buah Dhealima, pagi-pagi muka lo udah ditekuk aja kayak kartu remi kelipet" sapa Loli kepada Dhea
"apaan sih Li, bikin badmood aja lo"
"kenapa?, lo ada masalah lagi sama bokap lo?"
"yah, kayak lo nggak tau aja gimana keras kepalanya bokap gue. Bokap gue jadi ngejodohin gue, katanya gue bakalan dijodohin sama anak "teman"nya. Gue nggak tau harus gimana, gue takut nanti pernikahan gue bakalan berujung tragis kayak kak Sila." tutur Dhea dengan nada tak bersemangat
"ya ampun De...... Lo tu kayak bukan lo yang gue kenal deh, perasaan Dhea yang gue kenal itu, nggak pernah tau sama yang namanya takut, apalagi nyerah. Plis deh lo masih punya hak kali buat nentuin masa depan lo. Udah deh lo jangan mikirin hal-hal kaya gitu lagi disini, mending lo enjoy aja dulu, ok."
"OKAY"
*****
Setelah para murid menghabiskan waktu hampir setengah hari di sekolah, bel pulang pun akhirnya berbunyi. Seluruh anak bergegas untuk keluar dari kelas mereka dengan hati yang riang, kecuali Dhea yang merasa risih dan masih memikirkan kejadian tadi malam. Dheapun mulai menuju ke parkiran dengan langkah yang begitu malas.
Setelah sampai dirumah, Dhea melihat 2 mobil yang sedang parkir didepan halaman rumahnya ia hanya mengenal mobil fortuner hitam milik ayahnya namun ia tidak mengetahui siapa pemilik mobil alphard hitam yang terparkir di depan halaman rumahnya. Namun Dhea tak ambil pusing, Dheapun bergegas memasuki rumah. "Sudah pulang nak" sapa Danuarta kepada Dhea.
Dhea pun hanya melirik sekilas kearah papanya, namun mata Dhea terpaku pada 2 orang laki-laki yang sepertinya mereka adalah anak dan ayah.
"Dhea kenapa kamu hanya berdiri saja, ayo sini duduk!" seru Danuarta dengan nada yang lembut.
"Dhea, kenalin ini teman papa namanya Rahman Jonathan, dan disebelahnya Rayhan Jonathan yaitu anak om Rahman, dan sekaligus calon suami kamu" mata Dhea tak berkedip selama sekian detik kepada papanya setelah mendengar 3 kalimat terakhir yang diucapkan oleh Danuarta.
"A-apa, ca-c-calon suami aku?" tanya Dhea dengan suara yang terbata-bata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Will U Be Mine
Fiksi RemajaApa jadinya jika sebuah pernikahan dilakukan tanpa adanya rasa saling menyayangi dan mencintai. Itulah yang kini sedang dirasakan Dhea, diusianya yang baru menginjak 17 tahun. Ia harus merasakan susahnya hidup berumah tangga dengan seseorang yang ba...
