"Nada" ucap Nugra sambil teriak dari arah dapur.
"Apa sih, nggak usah teriak juga kali" masang muka sok marah pada Nugra.
"Ini nih gosong" tunjuk Nugra pada wajan di depannya.
"Hahaha sumpah goblok lo, goreng telur aja gosong hahaha" Ucap Nada dengan memegang perutnya karena ketawa.
"Bener bener ya lo, temen kaya gini malah di ketawain. Parah ya lo. Gue kan cowok wajar lah kalo gosong" kata Nugra membela diri. "Buatin lagi ya Nad, plisss" kata Nugra memohon pada Nada.
"Iya iya gue bikinin, tapi traktir es krim ya"
"Siap boss, baik banget lo sumpah. Makin sayang deh sama lo" sambil narik hidung Nada yang pesek itu.
"Ih nggak usah narik hidung juga kali, sakit tau" gerutu Nada.
"Yaudah gue tunggu di ruang tengah ya" kata Nugra berlalu meninggalkan Nada di dapur.
"Iyaa" kata Nada.
●●●
Nada sudah selesai goreng telur, dan menyiapkan nya dipiring bersama nasi. Dia buat hanya satu, ya karna itu buat Nugra aja sih.
"Nih, baik kan gue" kata Nada membanggakan dirinya sendiri.
"Iya lo emang baik, cantik, sholeh, tidak sombong" kata Nugra.
Nada pun merasa bangga telah dipuji seperti itu sama Nugra.
"Tapi boong" lanjut Nugra dan menjulurkan lidahya pada Nada.
"Ih, sialan lo ya. Temen macem apa lo. Kualat nanti lo" kata Nada sambil jari telunjuknya ia acungkan pada Nugra.
"Lah nggak usah bawa kualat juga kali Nad" kata Nugra
"Yaudah mending lo makan aja sono"
"Lo nggak makan Nad? Sambil mengambil satu sendok nasi dan memasukkan kedalam mulutnya.
"Enggak, masih kenyang gue" kata Nada. Padahal mah dia belum makan dari tadi pagi.
"Lo kan belum makan, pokoknya lo harus makan. Nih gue suapin" Nugra mengambil satu sendok nasi besera lauknya dan menyuapkan itu ke mulut Nada.
"Gtaabisinillemana?" kata Nada nggak jelas karena sambil ngunyah makanan tadi.
"Telen dulu bego, baru ngomong" kata Nugra.
Nada pun menuruti kata Nugra. "Habis ini kita mau kemana Gra? Dia bertanya pada Nugra.
"Kemana ya? Ketaman aja yuk, tungguin gue main basket ya Nad" ajak Nugra.
"Iya, tapi jangan lama lama. Nungguin lo main basket kaya nunggu jodoh tau nggak, lama" kata Nada.
"Nggak usah curhat juga kali Nad" kata Nugra.
Mereka segera menghabiskan nasi yang tadi mereka makan sepiring berdua. Ya mereka sudah biasa makan sepiring berdua, bahkan tidur pun seranjang berdua. Eit tapi nggak macem macem ya. Nugra dan Nada dari dulu suka nginep di salah satu rumah dari mereka berdua. Kadang di rumah Nada, kadang di rumah Nugra. Orang tua mereka berdua sih biasa aja, karena udah tau sifat mereka.
Mereka pun sudah sampai di taman konplek dengan jalan kaki. Jarak antara taman dengan rumah Nada emang nggak jauh sih, cuma selisih 5 rumah aja. Nah rumah Nugra dan Nada berdekatan alias sampingan.
"Nad, gue main basket dulu ya. Lo jangan kemana mana"ancam Nugra.
"Iya iya gue udah bukan anak kecil lagi, gue udah tau kali" jawab Nada.
"Yaudah" kata Nugra sambil mendribel dan memasukkan bola kedalam ring.
Nada merasa bosan, hp juga nggak bawa. Dia melihat sekeliling taman tersebut dan mendapati abang es krim.
"Nugraaaaa" teriak Nada. "Beliin gue es krim ya? Itu ada es krim, katanya lo mau traktir tadi". Kata nada memohon.
"Iya gue beliin tunggu sini, mau yang apa?" Tanya Nugra.
"Terserah" jawab Nada. Karena memang semua es krim Nada suka, ya dia memang penggila es krim.
Nugra kembali dengan mengtenteng 2 es krim cone dan memberikannya kepada Nada satu. "Nih es krim lo".
"Ihhh, makasih Nugra" dengan antusiasnya membuka bungkusan eskrim tersebut.
"Samasama pesek" kata Nugra.
Tapi Nada menghiraukan ucapan Nugra tadi, ia lebih memilih fokus kepada eskrim yang ia pegang.
Merekapun menghabiskan eskrim tanpa ada sisa.
"Pulang yuk Nad" ajak Nugra.
"Ayo, tapi gendong ya?" Kata Nada.
"Iya, naik kepunggung cepet. Tapi bawain bola gue" kata Nugra.
Nada pun segera menaiki punggung Nugra dengan tangan satu berpegangan pada leher Nugra agar tidak jatuh. Dan tangan satunya memegang bola basket milik Nugra.
"Sampai, turun lo" kata Nugra. Mereka telah sampai di depan rumah Nada.
"Sabar kali" kata Nada sambil memebenarkan baju nya.
"Yaudah Nad, gue pulang dulu ya. Jangan lupa makan, tidur jangan malem malem. Besok gue jemput ya?" Kata Nugra.
"Siap boss" kata Nada tersenyum dengan tangan hormat kepada Nugra. "Dah Nada"
"Dahh Nugra"
Mereka pun kembali ke rumah masing masing.
YOU ARE READING
Hujan
Teen FictionIni tentang Hujan Cinta dan Persahabatan Nada Ratu Amalia Gadis cantik berumur 17 tahun dengan pawakan putih, rambut sebahu, mata sipit dengan bibir tipis nya. Seperti namanya dia suka banget sama nyanyi. Bersahabat dengan Nugra dari SD. Suka bang...
