[HIATUS]
[PENULIS DALAM KENDALA TEKNIS]
Banyak orang yang menyatakan kalau masa SMA adalah masa yang paling indah. Ada yang tidak setuju. Tapi yang pasti, SMA adalah masa pembelajaran yang paling berpengaruh. Secara moral, kepribadian, mengambil kep...
"Kenapa sih celana SMA itu abu-abu, nggak warna lain? Kayak, oren tua?"
Belum 10 menit kelas XI IPA F ditinggal oleh guru matematika dengan tugas baru, dan beberapa siswa telah menyerah mengerjakan tugas tersebut. Entah karena kita kurang semangat dengan kurikulum 'cari solusi sendiri', atau Pak Rendra yang terlalu semangat.
Adhyasta memalingkan wajahnya dari tugas trigonometri di depannya. "Lo mau dikira jakmania sekalian?"
"Ya, ga juga sih" Arthur bersender ke tembok dengan santai, memainkan pensil mekanik yang bukan miliknya. "Tapi seriusan. Kenapa menurut lo Di?"
Mereka terdiam sesaat, mendengarkan riuh rendah kelas mereka. Sebagian masih mencoba mengerjakan tugas dari sang guru yang tidak hadir, lebih pula membantu mereka. Beberapa orang bermain game yang sedang populer baru-baru ini di angkatan mereka. Dan tentu, belum lengkap jam kosong tanpa beberapa siswi dengan rok span membicarakan.. sesuatu.
"Kalo kata abang gue nih ya Tur," Raut muka Adhyasta berubah menjadi lebih serius. "Abang gue nih. Abang gue."
"Iya ah Di lanjut aja." Arthur memperhatikan Adhyasta yang melirik kembali ke banyak murid yang duduk di depan mereka, seperti memastikan bahwa tidak ada yang mendengar ucapannya kecuali lawan bicaranya.
"SMA itu... masa kita mulai melihat abu-abu. Melihat kalau kadang hal buruk ada sisi baiknya, kadang hal baik ada sisi buruknya. Ga cuma item putih doang prilaku masyarakat di dunia ini."
Arthur nampak tercengang. "Gila, abang lo keren juga." Ia menepuk tangannya beberapa kali, yang mendatangkan raut terperangah dari Adhyasta. Dengan sigap Arthur menghentikan tepukannya. "Seriusan, keren Di. Abang lo bikin buku gue beli."
"Dia anak teknik mesin anjir, lo mau baca penelitian dia tentang sepeda listrik?"
"Mungkin, kalo ada filosofi keren kayak tadi!"
"Arthur, suer, lo baca materi gerak parabola belom 3 paragraf langsung ngelipet sweater lo buat bantal-bantalan."
Semakin siang hari, semakin Adhyasta melupakan tugas trigonometri yang tadinya ingin dia kerjakan. Canda demi canda bergulir, cerita terus mengalir tanpa jeda canggung dalam peralihan topik sekalipun.
Dan hingga bel pergantian kelas, kertas tugas milik Adhyasta hanya kotor dengan nama panggilannya di pojok kiri atas kertas, cara dari nomor 1 dan setengah cara dari nomor berikutnya; mengalahkan kertas milik temannya yang hanya memiliki tulisan 'Arthur'.
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.