Prolog

228 35 5
                                        

- Cast :

Kang Seulgi
Park Chanyeol
Jung Jaehyun
etc.

Genre : fantasy, sad, romance.

Disclaimer : don't copy paste this fanfiction. this story belong to me. characters belong to god, they parents, and their agencies. out of characters and this story isn't real but just for entertaint. sorry for typo(s), and thanks for reading.

-★-

Gencatan senjata kini tak lagi dapat terelakkan. Dua kubu bertarung demi merebut tahta kekuasaan. Saling menghujam tombak, menancap pedang, dan meluncurkan anak panah. Di saat seperti ini lah nyawa sang raja terancam, maka para prajurit pun siap siaga.

Di zaman peperangan ini, masalah sekecil biji sesawi pun bahkan dapat berubah menjadi mara bahaya. Permasalahan tua-muda, lelaki-perempuan, tak pandang bulu, tak dipedulikan sedikit pun. Ini semua tentang kesetiaan pada raja. Setetes darah jatuh menimbulkan sejuta amarah tertuang. Pengkhianatan tidak boleh timbul. Langkah kaki serentak, keteguhan hati mengiringi. Walau nyawa dalam bahaya, bukan lah suatu masalah.

"Terus tekan tombolnya bodoh! Lempar tombaknya cepat! Nyawa kubu lawan masih 75% sementara kubu kau hanya sisa 23% cih Kang Seulgi kau sungguh payah dalam bermain game."

"Diam Jung Jaehyun sialan kau merusak konsentrasiku, jika aku kalah maka itu adalah salahmu."

Lelaki tampan kelahiran 1997, setinggi 181 cm itu bernama Jung Jaehyun. Sedangkan seorang wanita yang kini menatap fokus pada layar televisi serta play station di tangannya itu adalah seorang maniak game, menyebut dirinya sebagai Master of The Games, perempuan itu bernama Kang Seulgi.

Jaehyun melangkah ke arah belakang televisi, menggenggam kabel lalu mencabutnya, seketika itu pula layar televisi berubah warna menjadi hitam pekat.

"Sialan Jaehyun! Kenapa kau cabut kabelnya? Itu artinya aku harus mengulang race nya dari awal bodoh!" umpat Seulgi kesal.

Seulgi menghela nafas, lalu menghembuskannya dengan kasar, mencoba menahan amarahnya yang sudah tak terbendung.

"Jaehyun, kemari kau!!!" teriak Seulgi frustasi.

Bukannya menghampiri Seulgi, lelaki itu malah acuh tak acuh tetap lanjut berjalan menuju dapur, mengambil segelas air dan menenggaknya sekaligus. Sesaat ia melihat meja makan dan membuka kulkas, matanya sibuk mencari makanan. Sadar bahwa tak ada makanan satu pun, ia menghela nafas, padahal sedari tadi sudah timbul keributan di dalam perutnya.

"Yak Seulgi! Kenapa di rumahmu tak ada makanan?!" teriak Jaehyun. Bahkan kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, namun sedari pagi tak ada satu pun makanan terlihat.

"Kau menyusahkanku! Masak sendiri saja sana, di lemari atas masih ada ramyeon, oh ya, jangan lupa buatkan untukku juga!" sudah bak di dalam hutan belantara, mereka sahut menyahut dengan berteriak liar.

Wanita penggila game itu kembali melanjutkan game yang tadi sempat terganggu oleh sahabat tertampannya. Game berjudul Castle itu rupanya sukses menjadi candu bagi Kang Seulgi, ditambah wajah tampan sang pemeran utama game tersebut yang menjadi daya tariknya.

to be continue

ditunggu vote comment nya yaa, kritik dan sarannya juga, thanks♥

Game CodeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang