PROLOG

492 31 27
                                        

"Lo tau?" tanya laki-laki itu, "jatuh cinta sama lo itu rasanya kaya meluk kaktus,"

"Emang kenapa?"

"Semakin gue meluk lo erat, semakin sakit hati gue. Tapi, buat ngelepasin lo, gue gak bisa,"

"Gue gak minta lo meluk gue dengan erat, Re," jawab perempuan itu.

Laki-laki yang daritadi menunduk segera menatapnya, "maksud lo? Gue harus ngelepasin lo?"

Perempuan itu tersenyum dan menggeleng, "kaktus itu memang bukan untuk dipeluk, Re. Tapi untuk dijaga dan dirawat. Sampai nantinya kaktus itu bisa tumbuh subur,"

Perempuan itu menggenggam tangan laki-laki di depannya, "dan gue minta lo gak meluk gue. Tapi lo menjaga gue. Gue selalu ngerasa aman kalo di deket lo. Itu yang gue butuhin. Bukan kekangan,"

Laki-laki itu terdiam.

"Kaktus yang berada di dalam ruang tertutup tanpa cahayapun lama-lama akan mati," lanjut perempuan itu, "begitupun dengan gue. Kalo gue terlalu dikekang, hati gue juga bisa mati. Lo harus percaya sama gue kalo yang ada di hati gue cuma lo,"

Laki-laki itu kini tersenyum. Ia beruntung. Ia beruntung mendapatkan hati perempuan ini. Laki-laki itu segera menarik perempuan di hadapannya masuk ke dalam dekapannya.

"Terimakasih, Ra,"
------

Hai semua! Aku author baruu. Dan ini cerita pertama akuuu.

Kalo ada kritik & saran, salah penulisan dan lain-lain, langsung komen aja ya, karena aku juga masih belajar! hehe. biar aku tau kesalahanku dan bisa perbaikin kedepannyaaa.

Hope you enjoy this storyyy. Semoga makin lama ga makin bosenin daahh.

Dont forget to vomment yaak!

REGANTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang