one;

4.6K 411 56
                                    

Yanghwa High School;

Hari Senin yang cerah, secerah mukanya Kim Yerim. Habis dianterin sama abang tersayangnya kesekolah, Kim Taehyung, Yeri siap tinggal di asrama sekolah Yanghwa yang elite ini.

"Sekolahnya gede amat yak."

Yeri terus-terusan liat depan gedung sekolah Yanghwa yang besar, gakalah gedenya sama perusahaan punya papi sama kakaknya yang satu lagi. Yeri sibuk sendiri. Sampai,

'Brak!'

Yeri nabrak orang di hari pertamanya.

"Wah maaf! Gua ga sengaja tadi nabraknya, gua ga liat ada orang depan gua tadi!"

Yeri bungkukin badannya berkali-kali ke orang itu. Dia malu+takut dimarahin sama orang yang tadi dia tabrak.

"Makanya kalau jalan liat-liat! Punya mata kan? Dipake buat ngeliat makanya!" Eh si laki-laki yang ditabrak Yeri malah marah-marah.

"Gua kan udah minta maaf. Selow dong! Jan marah-marah!" Yeri kebawa emosi.

"Yah, susu pisang gua jadi tumpah gara-gara lu! Gua ga terima!"

Yeri ngepalin tangannya kuat-kuat. Orang ini belum tau berhadapan sama siapa. Kim Yerim, peraih medali emas olimpiade cabang taekwondo yang terkenal+anak pemilik sekolah Yanghwa.

"Yaudah sih. Susu pisang bisa gua gantiin." Yeri akhirnya ngeluarin uang dari sakunya terus ngasih ke si cowok yang tadi dia tabrak.

"Tapi baju gua yang kotor bukan masalah susunya--'

"Anjir lu ribet amat sih. Kalau baju lo kotor, yaudah ke ruang BP aja minta ganti seragam. Selesai masalah." Semuanya emang gampang ditangan seorang Yeri

"Yaudah lah. Capek gua berdebat gini." Eh si laki-laki itu malah pergi ninggalin Yeri.

Yeri bingung yang mulai masalahnya siapa yang pergi siapa. Yeri inget satu hal, nama orangnya. Tadi dia liat nametag di seragamnya.

Hm, Jeon Jungkook yha-kym

〰〰〰

"Lipbalm, lipbalm."

Kang Seulgi mencari-cari lipbalm didalam tasnya. Kemudian memoleskan lipbalm itu di bibirnya. Berlanjut ke rambutnya. Bukan rambutnya diolesin lipbalm ya. Seulgi rapiin rambutnya yang ponian dan berwarna oranye itu.

"Nah beres!"

Seulgi beresin makeupnya terus keluar dari toilet. Nah pas banget keluar dari toilet, didepan pintu toilet sebelahnya itu ada laki-laki. Padahal laki-laki kan gaboleh masuk ke toilet perempuan. Seulgi kaget kan. Liat sesosok laki-laki aneh berambut blonde gitu.

"Lah ini kan wc cewek kenapa ada laki-laki--'

"Jan salah paham, jadi ini tuh--'

Seulgi tetep ga ngerti dan reflek saking keselnya mukulin laki-laki itu.

"YAA! DASAR OMES! MAU NGINTIP YA LU? DASAR MESUM! MESUM!"

Seulgi mukulin laki-laki itu sampe si laki-laki itu gabisa ngelawan. Seulgi makin brutal. Seulgi pake benda yang ada di sekitarnya buat mukulin si cowok itu.

"GUA GA NGINTIP! ADUH!"

Si cowok masih berusaha ngelawan tapi kalah sama kekuatannya Seulgi yang kalau udah marah, kelar dah. Pas masih mukulin, tiba-tiba toilet yang tadi ditungguin si cowok itu kebuka pintunya dan keluar cowok juga. Seulgi jadi bingung.

"LOH KOK COWOK PIPISNYA DI WC CEWEK?" Seulgi bingung.

"Wc cowok rusak, makanya satu toilet cewek difungsiin buat cowok sementara. Liat papan pengumumannya didepan."

Seulgi langsung cek didepan pintu kamar mandi wc perempuan. Oh iya ada pengumumannya. Seulgi jimayu kan. Udah mukulin sampe gebugin orang lagi.

"Oh iya ya. Hehe maafin ya tadi, gua mukulin." Seulgi jimayu banget jadinya. Mana orang yang tadi dia gebugin mukanya agak bonyok gara-gara ditonjokin Seulgi lagi.

"Tapi muka gua--'

'Kriing!'

Bel bunyi, kesempatan Seulgi buat ga ngobatin cowok yang tadi datang. Seulgi langsung kabur begitu bel bunyi.

"WOY! LU MAU KEMANA! Anjir malah kabur anaknya."

"Lu inget nama dia di nametagnya?"

"Kang Seulgi kalau gasalah."

"Boleh juga tuh jim. Gebet lah."

"Gamau gua sama cewek brutal kek gitu, ngeri. Masa di kamus Park Jimin ada gebet cewek yang udah gebugin dia pertama kali? Gaada lagi."

Jimin sama temennya langsung cabut keluar dari wc. Jimin pake maskernya buat nutupin mukanya yang rada bonyok.

Frontal ye mainnya-pjm

〰〰〰

Semua murid baru kumpul di aula. ada penyambutan dari kepala sekolah sama guru-guru katanya. Dan juga perwakilan dari salah satu murid. Jam-jam membosankan terlewati dan saatnya penyambutan dari murid.

"Nah untuk penyambutan dari murid, kita persilahkan Kim Yerim, selaku anak dari keluarga Kim yang mendirikan sekolah ini untuk memberikan satu atau dua kata di depan."

Jungkook yang asik melamun jadi kaget pas cewek berambut merah panjang itu maju kedepan. Orang yang barusan dia tabrak tadi. Anak pemilik sekolah?! Wtf. Salah dong tadi dia.

"Kami siswa Yanghwa High School tahun ajaran 2016-2017 akan mengikuti semua peraturan yang diterapkan Yanghwa High School dengan baik. Dan jika ada yang melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi yang sudah dibuat. Sekian."

Yeri menutup kata-katanya kemudian balik baris lagi dengan iringan tepuk tangan dari teman-temannya.

"Untuk sekarang, akan diumumkan tentang kamar asrama dan para penghuninya. Jadi dengarkan baik-baik."

Seulgi yang daritadi sibuk sendiri akhirnya coba fokus denger kedepan. Sambil nunggu kapan namanya disebut. Jimin ngarepnya sekamar sama yang cantik-cantik, katanya biar sekalian modus. Tapi takdir berkata lain,

"Kamar 127, penghuninya ada Jeon Jungkook, Kang Seulgi, Kim Yerim dan Park Jimin."

Orang-orang yang barusan pada berantem satu kamar. Mana gaada satupun yang punya hubungan baik satu sama lain lagi. Mana mereka disuruh sekamar selama 1 tahun. 127, kamar paling ajib di Yanghwa.

-tbc.

〰〰〰

Maapkan gua gais:'
Kan tadinya mau yang rr, cuma gajadi karena pas aku mau lanjutin ternyata mentok.

Sorry for typo(s), gajelas dll
Vomment ditunggu gaes~!
-bbh.🖖🏻

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 14, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

127 [Private] ☁️  「 Jungri x Seulmin 」Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang