[1] Pelangi Callista

233 36 30
                                        


Pagi ini cuaca sangat mendung langit tidak seperti biasanya, awan hitam menyeruak dilangit. Tak berselang lama awan pun tak kuasa menahan beban yang ditanggungnya, perlahan air hujan turun membasahi permukaan bumi. Rintik - rintik hujan semakin deras turun dari langit. Gemericik nya pun sampai nyaring terdengar ditelinga. Terlihat dari sudut jendela seorang gadis cantik tengah memandang air hujan yang turun dari langit dibalik tirai jendela. Entah apa yang sedang dipikirkannya? Tiba - tiba seorang wanita paruh baya pun mengangetkan dirinya sehingga tersadar dari lamunannya.

"Nak..." panggil sang ibu sambil mengelus pundak putri sematawayang nya.

"Eh ..hhh.. iya bu. Ada apa?" tanya nya dengan sedikit terlonjak kaget saat tengah melamun.

"Kamu sedang melamunkan apa Nak?" tanya sang ibu.

"Tidak ada bu." Jawab nya cepat, seakan tidak mau membahas apa yang sedang dilamunkannya.

"Baiklah kalau kamu tidak mau cerita pada ibu sekarang. Ibu mengerti." Kata sang ibu dengan nada yang halus. Putri nya hanya membalas dengan senyuman yang tulus.

"Ibu, lihat hujannya sudah reda. Sebentar lagi aku akan muncul." Kata nya sambil tersenyum dan terus menatap ke arah jendela untuk melihat mahakarya Tuhan yang akan tercipta. Sang ibu melirik ke wajah putri kesayangannya sambil tersenyum.

"Ya, ibu tau." Jawab sang ibu, kemudian mengalihkan pandangannya sama seperti putri nya menatap ke jendela untuk melihat Keagungan Tuhan pencipta alam semesta ini.

"Bu, lihat itu!" tunjuknya dengan penuh semangat dan rasa antusias melihat hadirnya Pelangi yang sangat indah di langit seusai hujan.

"Sangat indah" gumamnya takjub melihat pelangi yang mewarnai Langit yang biru.

"Seindah dirimu, Putriku." Ujar sang Ibu yang ikut antusias.

"Benarkah Bu? Seindah diriku?" tanyanya pada sang ibu sambil menatap kedua manik wanita paruh baya itu.

"Tentu saja, dengan ibu melahirkanmu saja itu adalah Anugrah yang luar biasa yang sudah Tuhan berikan. Karena itu ibu memberikan nama padamu Pelangi sama seperti Pelangi yang sedang kita lihat bersama, indah dan selalu memberikan warna di kehidupan. Kamu itu Anugrah terindah didalam hidup Ibu Nak." Jelas sang ibu dengan berlinangan air mata. Sedangkan sang anak tak kuasa mendengar penjelasan dari sang ibu dan dirinya pun kut dalam suasana haru.

"Ibu, aku sangat menyayangimu lebih dari apapun didunia ini bu." Ujarnya sambil memeluk erat tubuh sang ibu.

"Iya Nak, asal kamu tahu ibu lebih menyayangimu Nak dibanding dengan apapun yang berharga didunia ini." Ucap sang ibu yang masih mendekap putri nya dengan penuh kasih sayang yang luar biasa besarnya.

---------------------------------------------------------------

Yah, Gadis itu bernama Pelangi Calista Edison. Dia adalah putri sematawayang dari pasangan Adam dan Tamara Edison. Tapi sayang keluarga nya sudah terpecah belah. Adam dan Tamara telah bercerai disaat Pelangi berusia 2 tahun, masih sangat kecil sekali. Kini Pelangi tinggal bersama ibunya Tamara dirumah yang sederhana, karena usaha butik Tamara mengalami kecelakaan yakni kebakaran sehingga butiknya ludes terbakar dan kini Pelangi dan Tamara hidup dalam kesederhanaan. Usia Pelangi kini 17 tahun dan kini dia tengah menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya kelas XI- IPA 5. Pelangi mempunyai sahabat laki - laki dari kecil dia adalah Alvin Nugroho. Sahabat yang selalu ada untuknya kapanpun dibutuhkan. Pelangi bersekolah di Cakrawala International School. Pelangi adalah siswa yang pintar sehingga ia mendapat beasiswa untuk bisa bersekolah di SMA yang elit itu.

Di hari minggu sore ini, Pelangi ada kegiatan disekolah untuk latihan cheerleader. Dikarenakan minggu depan adalah final pertandingan Basketball antar sekolah yakni Cakrawala International School melawan Angkasa International School. Tempat pertandingannya pun akan digelar di sekolah lawan yakni Angkasa School. Maka dari itu Pelangi sebagai anggota dari ekskul cheerleader sangat bersemangat sekali untuk berlatih agar nanti bias maksimal.

---Lapangan Cakrawala International School---

Terlihat sekali para siswa dan siswi yang tengah berlatih basket, Cheerleader dan juga fotografer. Mereka benar - benar sangat mempersiapkan untuk final pertandingan mingggu depan nanti.

"ok girls latihan cukup dulu, time to rest now. Nanti kita lanjut lagi 20 menit setelah istirahat. So don't be late okey! Jika kalian gak mau aku hukum yess. Go now..." ujar Gisella dengan suara manja dan cempreng nya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung...

itu yang di mulmed namanya Pelangi Calista :*

Akhirnya aku bisa post cerita abal - abal ku ini, haha maafkan jika ada kesalahan dalam penulisan. maklum saja ini cerita pertamaku. Dimohon kritik dan sarannya :)

Thanks buat yang baca haha:) itu juga gaktau ada yang baca atau engga, tapi gpp yang penting udh di post ini:)

Wassalam~

-ANISAFTRN-

IRISWhere stories live. Discover now