Mereka bilang: ratusan purnama sudah berlalu
Bagiku: ini belum genap dua belas purnama
Mereka bilang: cinta kita kembali
Bagiku: adakah yang akan kembali
Kau memaksaku meninggalkanmu
Aku tak pernah tahu apa alasanmu
Kubilang aku butuh penjelasanmu
Jawabmu malah menanyakan kabarku
Kerinduanku padamu adalah nyata
Bahwa rindu yang (mungkin) bagimu terbatas,
Nyatanya tak terbatas dalam anganku
Hujan berusaha menghapus semua jejakmu
Tapi tidak dengan memoriku
Aku hanya sedang rindu, itu saja
Dan harusnya kau tahu kepada siapa aku merindu.
YOU ARE READING
Catatan Perempuan Patah Hati
Short StoryIsinya hanyalah bualan-bualan dan teriakan kekanakan perempuan yang terluka hatinya untuk kali pertama. Hanya ungkapan kedefensivan perempuan yang takut dirinya dianggap belum bisa menerima kenyataan. Ya. Begitu saja.
