Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 01 : Terlantar

5.5K 379 17
                                        

NARUTO ©Masashi Kishimoto

Pairing : SasuNaru

Genre : Shounen-ai, romance,

Warning!!
OOC (parah mungkin), GaJelas, typo dimana-mana, alur tak terduga, dan hal absurd lainnya -(seperti yang bikin cerita) *hahaha*

Cerita murni dari otak ku. Kalau ada kesamaan dg cerita d tempat lain, tolong kasih tahu biar aku hapus cerita ini :D aku rela ngalah -(padahal aslinya nggak) :'(

Semua chara milik Masashi Kisimoto

Selamat membaca :D

||||

Naruto menyandang ranselnya yang sudah dipenuhi barang-barang yang mungkin akan dibutuhkan di tempat tinggal barunya. Hari ini Naruto akan berangkat menuju Konoha untuk memenuhi panggilan kerja. Ia adalah seorang animator muda yang baru saja wisuda setahun yang lalu. Setahun belakangan ini Naruto bekerja di sebuah stasiun televisi lokal di daerahnya, Uzu, sebagai salah satu anggota tim editor. Sebulan yang lalu ia mengikuti tes untuk bekerja di salah satu studio pembuatan Anime di Konoha dan ia lulus. Kini Naruto sedang bersiap untuk perjalanan mewujudkan cita-citanya sebagai Animator.

"Naruto! Apa sudah selesai? Jangan sampai kau ketinggalan kereta." Kushina berteriak dari arah dapur mengingatkan anaknya yang terkadang suka lalai terhadap sesuatu.

"Tentu Kaa-chan. Aku akan segera turun." Naruto menjawab dari dalam kamarnya yang terletak di lantai dua. Ia menyapu pandangannya ke seisi kamar untuk yang terakhir kalinya sebelum ia benar-benar meninggalkan kamarnya dan mendapatkan kamar baru di salah satu bangunan yang ada di Konoha.

Naruto menutup pintu kamarnya. Ia membiarkan kunci kamarnya tergantung pada pintu kamar tersebut. Ia kemudian menuruni tangga dan menghampiri sang ibu yang kini sedang bersantai sambil membaca majalah di ruang keluarga.

"Aku pergi dulu, Kaa-chan." Naruto pamit pada ibunya yang selalu mengerikan saat ia tak menuruti perkataan ibunya. "Aku akan merindukan Kaa-chan." Naruto merunduk dan memeluk ibunya.

"Kaa-chan juga akan meridukanmu. Naruto, jaga dirimu ya." Kushina membalas pelukan si bungsu yang selalu membuat suasana rumah menjadi ceria. Ia tdak menyangka, setelah Kyuubi anak sulungnya pergi mencari pekerjaan di Konoha, kali ini giliran si bungsu yang mengikuti jejak kakaknya.

"Hai" Naruto tersenyum meyakinkan ibunya kalau dia akan baik-baik saja. Naruto melepaskan pelukannya. "Kaa-chan juga hati-hati ya. Aku akan pulang saat aku libur nanti." Ia berjalan menuju pintu.

"Tunggu dulu Naruto, kau hanya membawa ransel?" Kushina bertanya heran melihat Naruto yang tak membawa apapun selain ransel yang ada dalam gendongannya.

"Ah, iya. Aku hanya membawa yang perlu saja. Keperluan lainnya akan aku beli disana saja. Oh iya, beberapa barangku yang lain juga sudah sampai di tempat Shikamaru. Kaa-chan tak perlu khawatir. Aku sudah mempersiapkannya." Naruto tersenyum sambil mengacungkan jempol tangan kananya, meyakinkan sang ibu. "Ittekimasu."

Kushina juga balas tersenyum meskipun berat melepas anaknya. "Itterashai. Jangan lupa mengabari ayahmu kalau sudah sampai."

"Hai."

.

.

><><

.

"Naruto,?" seseorang menyapa Naruto saat ia masih dalam perjalanan menuju stasiun Uzu.

"Ah, Karin-chan. Lama tidak bertemu. Sejak aku terakhir ke kampus, mungkin?" Naruto balas menyapa. Uzumaki Karin, salah satu teman Naruto saat kuliah dulu meski mereka beda jurusan.

AnastesiStories to obsess over. Discover now