Andainya itu takdirku,
Melangkahlah membawa jiwa,
Membawa rasa,
Membawa tangis,
Membawa seluruh nafas,
Apakah ada lagi ketenangan yang dipinta?
Apakah ada lagi jiwa gembira membuai rasa?
Apakah ada lagi nikmat cinta kita?
Seawal lafaz akad dahulu,
Setiap yang diperkata melebihi dari tindak-tandukmu,
Bahkan tiada satu pun yang terisi,
Melainkan sandiwara memenuhi hari-hari dukaku.
Cukup!
Torehan itu membuat aku separuh mati,
Tajamnya lidah membelah dada,
Sesak hingga menumpahkan air jernih di pipiku,
Terketar seluruh tubuhku mendengar kalimah itu,
Yang tinggal hanya roh menemani memori lalu.
YOU ARE READING
Meeramorphosis
PoetrySebuah novel puisi yang yang menceritakan beberapa kisah. Antaranya fobia, kecelakaan, kesedihan dan apa saja yang berlaku dalam dunia penulis sendiri. Kisah benar dan juga diselitkan dengan rekaan semata-mata. Selamat membaca dan menghayati.
