1. Meaning of Happiness

103 9 1
                                        

Menyebalkan.

Mengapa sih mama tidak mau membelikanku handphone baru.

"Mah, ayolah please, belikan aku i phone six s plus," kataku memohon pada mama.

"Gak. Itu terlalu mahal. Mama nggak punya cukup uang." ujar mama sambil membereskan meja makan.

Huh! Mama pasti bohong. Bilang saja aku tidak boleh beli. Bilang saja kalau sebenarnya mama memang tidak mau belikan aku handphone.

"Mama, please." kataku lagi.

"Gak." Mama masih tetap ngotot.

"Mama, please mah please!" teriakku kesal.

"Gak boleh titik!"

"Mama jahat! Huh!" kataku kesal dan langsung pergi.

Mama memang pelit yah. Papa juga. Kenapa sih anak lain boleh membeli i phone six s plus tapi aku tak boleh. Kenapa sih ada anak yang selalu bisa mendapatkan apa saja yang mereka mau.

Seperti contohnya, kenapa sih ada yang sudah cantik dari lahir. Dikejar-kejar semua cowok. Banyak teman. Tapi...

Kenapa ada yang tidak!

Seperti aku contohnya, kenapa aku, Ella tidak  secantik Clara. Terus kenapa aku tidak memiliki banyak teman seperti Lisa. Lalu kenapa aku tidak dikejar-kejar oleh semua cowok seperti Clara.

Di sekolah, semua membicarakan mereka!

Kalau aku! Hah! Aku ini, bagaikan debu di sekolah. Ada ya sudah, tak ada pun jadi. Populer? Nol. Cantik? Okelah sedikit. Dikejar cowok? Jangan harap.

Aku yakin sekali. Di dunia ini pasti banyak yang seperti aku. Menginginkan populer seperti mereka yang cantik, populer di instagram atau sosial media lainnya. Kaya raya. Tapi tidak bisa.

Aku sudah coba semuanya. Tapi yang ada? Aku tak pernah dianggap semua orang. Mereka cuma menganggapku debu!

Aku ingin seperti mereka makanya aku ingin i phone six s plus!

Pokoknya aku harus populer!

***

Hmm.

Aku sedang bengong di taman sekolah sambil melihat orang-orang.

Enak sekali ya jadi mereka. Memiliki banyak teman. Dianggap oleh semua orang, memiliki pacar, kaya, dan banyak followers di instagram.

Sedangkan aku. Hanyalah anak pendiam yang nerd dan dilupakan semua orang.

Kalau ada acara jalan-jalan atau ada yang ulang tahun aku pasti tak akan diundang.

Karena aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang payah.

"Hei!" teriak seseorang di belakang mengagetkanku.

Oh. Si Tobi gaje itu.

"Apa lagi sih?" kataku kesal.

"Gua mau cerita, bla bla bla..."

Aku tidak mendengarnya. Karena aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Kapan yah. Aku bisa seperti mereka.

"Hei, kok bengong, gak dengerin gua ya?"

"Denger kok," kataku berbohong.

"Denger apa? Aku tadi bilang apa?" Tanyanya padaku.

Duh. Aku tidak tahu sama sekali lagi.

Meaning of HappinessDonde viven las historias. Descúbrelo ahora