Prolog

28.7K 1.1K 30
                                        

Ken memasuki club yang sangat ramai, sesak dengan pengunjung. Matanya berkeliling mencari sosok yang dicarinya.

"Ken sayang...., i'm here" teriakan melengking dengan suara manjanya membuat Ken menolehkan kepala kearah ruangan VVIP yang sudah berdiri Juley tepat didepan pintu yang setengah terbuka.

Ken menggerakkan kakinya, mendatangi wanita cantik yang sekarang berstatus sebagai kekasihnya, mungkin hanya untuk 1 menit kedepan.

Dandanan yang sangat sexy dengan pakaian kurang bahan yang menempel pas ditubuh dan ukuran payudara yang besar, 2 hal itulah yang harus dimiliki seorang perempuan untuk membuat Ken rela membuang waktu hanya untuk menjadi kekasihnya.

Tapi tidak perlu besar kepala dulu, jejeran mantan kekasih Ken yang tidak terhitung jumlahnya tidak bisa bertahan sampai satu bulan, paling lama hanya 3 minggu.

Alasan? Hanya Bosan.

Bosan karena kekasihnya terlalu manja, bosan karena kekasihnya sudah tidak menarik minatnya dan bosan karena kekasihnya sudah tidak bisa mengundang hasratnya lagi. Jika semua sudah terkumpul menjadi satu maka dengan tanpa memandang waktu yang mereka habiskan bersama, Ken akan langsung memutuskan dia.

Playboy? Entahlah, dia merasa itu memang sifat yang sudah tercampur dalam aliran darahnya, tidak bisa ditolak dan tidak bisa disangkal.

"Hai" Ken memasng senyumannya, membuat Juley langsung memeluk dan mencium bibirnya kasar.

Membosankan.

"Ayo, semua temanku sudah datang. Aku sudah berkata bahwa aku akan memperkenalkan dirimu di acara ulang tahunku ini" Juley menyeret tangan Ken tapi dengan segera lelaki itu menghentikannya. Juley memandang bingung Ken yang masih setia dengan senyumannya.

"Maaf, tapi kali ini aku datang untuk mengakhiri hubungan kita. Lupakan aku dan jangan pernah ungkit hal yang pernah terjadi diantara kita"

Juley terdiam mematung, kemudian...

PLAK.

Satu tamparan melayang kearah pipi kiri Ken. Lelaki itu tak bereaksi, dia sudah terlalu kebal dengan banyak perempuan yang sering menamparnya seperti ini jika dia memutuskan hubungan secara sepihak.

"Kau brengsek. Setidaknya jangan putuskan aku disaat seperti ini sialan" Ken tidak menjawab dan berbalik pergi, melambaikan tangannya dengan santai saat Juley tetap memakinya didepan orang orang yang sudah berhenti dari aktivitas mereka dilantai dansa.

Ini benar benar hebat. Memberikan hadiah kepada kekasih tepat dihari ulang tahunnya yang tidak akan pernah terlupakan selama hidupnya, upss atau yang sudah bisa dibilang mantan kekasih.

Ken melajukan mobilnya.

Mempermainkan wanita, adalah suatu hal yang menantang dalam hidupnya.

--------

Next or delete?

Vote & Comment

Stole My HeartStories to obsess over. Discover now