date or hangout?

1.6K 339 145
                                    

Calum dan Aubrey berjalan sejajar memasuki sebuah mall di kawasan Bintaro itu. Calum yang gugup itu hanya bisa diam sementara Aubrey terus berbicara rencananya mengitari mall kali ini.

"Kita mau kemana duluan?!" Tanya Aubrey semangat.

Ini bocil gak pernah di ajak jalan pas kecil apa gimana sih, norak amat ke BP doang, batin Calum.

"Ke Gramedia, yuk!" Teriak Aubrey senang lalu ia naik eskalator dengan cepat tanpa memperdulikan Calum.

Baru saja mereka sampai di lantai atas, Calum menarik tangan Aubrey dan mengubah haluannya. Aubrey yang bertubuh kecil hanya bisa mengikuti Calum yang menariknya kencang.

"Mau kemana sih, anjir?!" Teriak Aubrey kesal.

"Mau liat cogan gak?" Tawar Calum sambil menaik-naikkan alisnya.

Mata Aubrey membulat, "MAU!".

Dan dengan itu, Calum menarik tangan Aubrey memasuki bioskop yang antriannya sangat panjang itu.

Antrian itu kebanyakan dipenuhi anak-anak SMP yang hangout dengan gaya sok kekinian. Entah apa faedahnya.

Calum dan Aubrey masuk ke dalam antrian.

"One Direksen sampe kapan sih vakumnya?" Terdengar sebuah suara yang langsung menarik perhatian seorang Aubrey.

"Enggak tau. Sampe 2019 kayaknya." Jawab suara satu lagi yang ingin membuat Aubrey memelintir bibir pemilik suara itu.

Sok tau banget lo anjir, fakefans diem diem aja, batin Aubrey kesal.

"Oh iya, lo tau five es oh es gak? Itu ganteng ganteng, anjiiiir!" Teriak suara pertama tadi.

"Oh! Five es oh es ya? Iya, iya, gue tau! Lagunya yang Like I Would enaaak!" Teriak suara kedua.

Nga, lelaki kencrot lebih enak, lukenya seksi banget suaranya, batin Aubrey yang sudah sangat geram mendengar percakapan gadis di depannya itu.

"Lagunya five es oh es yang enak judulnya Bang Bang Bang sama Middle enak tuh." Celetuk Calum sambil menyolek kedua gadis itu.

Gadis itu menengok dan menatap Calum kagum. Entah karena ketampanannya atau karena rekomendasi lagu darinya.

"Serius, Kak? Mau download ah nanti!" Teriak salah satu gadis sok kekinian itu.

Calum hanya tersenyum lalu tertawa ketika sadar Aubrey memandangnya bingung.

"Biarin aja, anjir, fakefans gue boongin tau rasa." Ujar Calum pelan sambil tertawa.

Aubrey juga tertawa lalu kedua gadis itu sudah ada diujung antrian yang berarti sebentar lagi giliran mereka.

Setelah mereka selesai, Calum dan Aubrey maju ke ujung barisan.

"Jangan lupa download lagunya, ya!" Teriak Calum ke gadis tadi sebelum mereka menjauh.

Kedua gadis itu tersenyum lalu salah satu dari mereka berkata, "middle bukannya lagu Martin Garrix ya?".

Nga dek, Martin Garrix lagunya Anaconda biar ena, batin Calum.

Calum kembali menengok ke arah mbak kasir bioskop.

"Civil War nya dua, mbak." Ucap Calum.

"Mau dimana?" Tanya mbak kasir sambil menunjukkan layar komputernya.

"Di yang A aja, mbak." Ucap Calum sambil menunjuk bangku yang ia maksud.

"Dua tiketnya enam puluh ribu ya, mas. Di studio satu, ya. Terima kasih." Ujar mbak kasir sambil memberikan tiket lalu Calum menyerahkan uang.

Mereka keluar dari antrian lalu berjalan ke depan studio 1. Calum yang bingung kenapa Aubrey terus diam sejak Calum menegur lagi kedua gadis itu akhirnya bertanya.

"Brey, kenapa diem?". Tanya Calum pelan.

Aubrey tidak juga menjawab dan Calum menyentuh pelan pipi Aubrey dan membuat Aubrey menengok ke arah nya.

"Kenapa diem?" Tanya Calum lagi.

"Enggak." Jawab Aubrey singkat.

Calum menatap Aubrey bingung, "serius, anjir Brey."

Aubrey menatap Calum dengan tatapan kosong, "tapi jangan kaget, ya."

Calum mengangguk dan menatap Aubrey intens. Dan saat itu, Calum baru sadar kalau Aubrey mempunyai mata coklat yang teduh.

"G-gue l-lupa bawa uang buat beli buku unofficial nya One Di." Jawab Aubrey pelan.

Calum melotot dan menatap Aubrey tidak percaya.

"SERIOUSLY, BREY?! LO DIEM GARA-GARA ITU DOANG?! Gue kira lo kesambet apa, anjir!" Teriak Calum kesal.

"Ih, ini kan penting juga, tau! Kalo gak bawa uang, gue gak bisa beli mereka kan!" Protes Aubrey, "beli buku mereka maksud nya."

Calum hanya menghela nafas lalu terdengar pemberitahuan kalau pintu studio 1 sudah dibuka.

"Ayo masuk, Brey." Ajak Calum namun yang diajak malah hanya diam dan menatap kosong.

"Aubreeey, gue beliin deh nanti." Bujuk Calum.

Aubrey hanya diam seperti tadi. Calum yang sudah hopeless akhirnya menunduk di depan Aubrey lalu mengecup bibirnya pelan membuat gadis itu segera sadar dan megap-megap.

Calum tersenyum kecil lalu menautkan jarinya dengan Aubrey lalu Aubrey berdiri dan mereka masuk ke studio.

×××

Ok ini kepanjangan banget. Lebih 150+ words dari gue biasa bikin narasi. Ini next chp mau diudahin aja mereka jalan barengnya apa masih mau dilanjut?

Vomments as always<3

Knock Knock • CTHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang