Bab 1 : Gadis Kacamata Yang Menyenangkan

344 1 4
                                        

Jarum jam secara perlahan berpacu semakin cepat menuju waktu pulang sekolah. Situasi kelas yang mulai gaduh biasa terjadi di saat - saat akhir seperti ini. Pak Guru yang berbicara di depan pun dihiraukan begitu saja. Terlihat cairan keringatnya seolah menggenangi hampir sebagian dahinya. Entah mengapa ia masih saja berusaha menerangkan sesuatu di waktu yang seharusnya ia berhenti. Murid - murid tak akan pernah peduli , karena saat ini adalah waktu yang tepat untuk melemparkan semua buku ke dalam jeruji.  Lalu bel berbunyi .


" Ok, siang ini izinnya harus diurus cepet2 " kata Mika berbicara dalam hati sambil terburu - buru meninggalkan kelas.

Murid - murid satu persatu keluar dari rimba pengetahuannya . Mika pun berlari ke arah ruang OSIS untuk menyelesaikan apa yang telah tertancap berminggu2 di pikirannya.

" Permisi.. " . Di dalam hanya ada seorang murid, entah mereka berjabatan di OSIS sebagai apa , Mika pun memberikan senyum sapaan.

" ya , silahkan masuk , ada apa yah ? " Siswi berkacamata dengan santun menjawabnya sambil membalas senyum.

" saya ingin memberikan pengajuan pendaftaran ekskul baru, berkasnya sudah saya siapkan dengan baik, tolong ini diperiksa "

Lalu siswi berkacamata memeriksanya dengan serius. " wah eksul mengenai film yah, menarik. Tapi maaf , apa ekskul ini udah punya minimum anggota untuk pembentukannya ?

Mika tampak kebingungan, dia pikir ekskul yang dibentuk terlebih dahulu kemudian baru merekrut anggota.

" Bukannya anggota didapat setelah terdaftarnya ekskul ini ? Jadi tidak perlu merekrut dahulu " mika dengan ekspresi heran

" Ga gitu prosedurnya sekarang , karena dari catatan yang pernah ada, beberapa ekskul yang terbentuk sebelumnya tanpa anggota minimum , pada akhirnya mereka bubar " 

Itulah faktanya. Beberapa eksul dinyatakan bubar , dari mulai eksul jomblo sekolahan mengabdi , sit down comedy , social media club , dan lainnya. semuanya enerjik pada saat awal dengan gairah menggebu, tapi nyatanya lambat laun jadi membusuk tanpa arah kegiatan yang jelas, akhirnya mereka bubar tanpa ada pernyataan bubar dari ekskul itu sendiri. Sungguh aneh bukan.

Mika berfikir untuk mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menemukan pencerahan . " Jadi saya harus cari setidaknya 5 anggota yang fix untuk gabung terlebih dulu yah ?

" Ya , sebaiknya coba ajak teman sekelas atau sahabat." Masih dengan senyum yang menenangkan jiwa.

" Ohh begitu , ok mungkin saya akan kesini lagi nanti " Mika terlihat masih kebingungan dan bersegera meninggalkan ruangan . Tapi siswi itu malah menyergapnya untuk tetap stay.

" kalau memang serius untuk diriin ekskul ini,  mungkin saya bisa bantu sedikit " Siswi itu semakin ramah , semakin menunjukan kalau ia pantas sebagai agen OSIS.

OSIS memang dikenal sebagai organisasi intra yang memiliki kehormatan tinggi di sebuah sekolah, tapi kadang masih ada saja siswa yang bergabung ke OSIS hanya untuk mendapatkan citra diri. Tapi selbihnya OSIS tetaplah organisasi yang penuh dengan manusia yang berpotensi menjadi talenta di masa depan.

" hmmmm " Mika terlihat ragu menjawab sambil memperhatikan area luar ruangan dan akhirnya berbicara "Begini , sejujurnya saya juga ga yakin bakal ada yang gabung ke ekskul ini, pada kenyataannya saya juga ga terlalu berteman dengan teman sekelas "

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jul 03, 2016 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Saturday Night Movie ClubHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora