Part 1

295 8 1
                                        

Bruuk. Aku menghempaskan tubuhku ke kasur. "Huuh... Akhirnya sampai juga." keluhku. Setelah bertahun-tahun tinggal di apartement, akhirnya ayahku membeli rumah yang tidak terlalu luas. "Dek, besok kita ke SMP Jayakarta ya? Biar kamu bisa lihat keadaan sekolahnya." ajak mamaku panjang lebar. "Mah.. kenapa gak home schooling aja sih. Aku masih trauma tau. Aku tuh muak sama temen-temenku di sekolah dan aku gak mau peristiwa itu terjadi lagi." alasanku melebihi panjang lebar mama.

"Zeyla.. Itukan dulu, mulai sekarang lupain masa lalumu itu! Lagian home schooling itu mahal!"
Aku berdecak. "Mama gk ngertiin aku banget sih." aku kesal. Setelah berdebat tentang sekolah, aku memilih untuk keluar rumah, menghirup udara segar dan sekaligus menghilangkan stresku ini.

"Awass!!!" teriak seseorang dari belakang. Aku yang mendengar teriakan itu langsung menoleh.

Bruuk.
"Aduuh..." reaksiku saat tertabrak. Aku ditabrak oleh seorang laki-laki yang mungkin seumuran denganku yang gayanya sok cool. Pemandangan ini membuatku ingin muntah.
"Eh, punya mata GAK??" omelku dengan menekankan kata gak.
"Maksud lo gua gitu yang salah? Woy sadar dong lo jalan di tengah-tengah. Seharusnya pejalan kaki di pinggir jalann.." omelnya balik.
"Apaan sih, udah jelas-jelas lo itu jauh dibelakang gua. Harusnya lo tuh bisa liat kalo gua ada didepan, kenapa lo nabrak gua?!" belaku panjang lebar.
"Bodo amat, gua gak peduli!!" laki-laki itu pergi dengan sepedanya tanpa memperdulikan lukaku. "Aarrggh... Nyesel banget sih ketemu sama tuh orang." dumelku.

Seperti biasa aku bangun lebih awal, bagiku bangun siang itu seperti kehabisan I phone gratis. Sehabis mandi dan sarapan, aku langsung ke SMP Jayakarta. Kebetulan ini hari minggu, jadi sekolahnya sepi dan aku bisa sepuasnya liat keadaan sekolah. "Mah, kayanya ini sekolah bagus deh." tebakku.
"Iya, mama juga tau dari tetangga sebelah. Katanya nem disini tinggi-tinggi" kata mamaku yang mungkin habis SKSD sama tetangga sebelah.

Pukul 11.15 aku dan mamaku pulang. Diperjalanan pulang, sopirku merasa kebingungan pada jalan di depannya. "Maaf bu, saya lupa jalan pulangnya." kata pak sopir tunduk.
"Yah.. Kita kesesat dong pak?" sadarku. "Mungkin kita bisa tanya orang di sekitar sini. Kita coba dulu!" saran mama.

"Dek, permisi mau tanya. Kalo mau keluar jalan ini, lewat mana ya?" panggil mama lanjut bertanya. "Ohh.. Mari bu, saya antar!" jawab seorang anak yang ditanya mama. "Makasih dek, ayo masuk ke mobil ibu!" suruh mama.
"Arah keman..." kata-kataku terhenti saat melihat anak itu.
"Dek, kamu duduk dibelakang ya!" mama menunjukkan bangkunya. "Hm.. Mah, kenapa gk di depan aja. Biar lebih gampang pak sopir dengernya!" kataku langsung dengan groginya.
Akhirnya mama menyetujui omonganku.
"Untung aja dia duduk di depan." batinku.

Sampai dirumah. "Dek, sekali lagi  terima kasih ya sudah bantu kita. Sebagai penggantinya, kamu boleh makan siang dirumah ibu sepuasnya!" kata mama dengan entengnya.
"What.. Di..dia makan dirumah? Apa gk salah? Aduh nih anak bikin ribet ajaa!! NYESELIN banget!" batinku sambil ngedumel.

Dimeja makan. "Ayo silakan dimakan!" ramah mama. "Zeyla... Kamu gk makan?" panggil mama.
"Mmm.. Nanti deh ma, Zeyla belum laper." jawabku ragu.
"Duh tante, jadi gk enak nih. Saya ngerepotin." katanya sok baik.
"Gak kok, ih jangan ngomong gitu ah. Dah mending kamu makan!" kata mamaku.
"Hm.. Tan, anak tante ada berapa?" tanya anak itu grogi. "Mm.. Ada 2 yang pertama laki-laki kelas 2 SMA dan kedua perempuan kelas 2 SMP." jelas mama.
"Anak tante yang perempuan seumuran sama saya, sekolahnya dimana ya?" tanyanya ingin tau.
"Tadinya di Bogor, trus tante baru pindah kesini. Jadi dia belum daftar sekolah lagi. Tante baru ingin daftarin ke SMP Jayakarta besok senin." jawab mama panjang lebar.
"Saya juga sekolah disana tan. Oh iya, sekolahnya bagus lho, nem yang bisa masuk juga tinggi." anak itu memberi tau.

Sebatas Teman BerantemStories to obsess over. Discover now