01. Anak kembar

480 18 8
                                        

Pada suatu waktu bukan sekarang..
Disuatu tempat bukan disini...

Lahirlah dua anak kembar, perempuan dan laki-laki. Wajah mereka sangat mirip. Dan 15 tahun kemudian, mereka telah menjadi remaja yang cantik dan tampan.

Suatu hari...
•

•

•

•

"Hei, Angga! Kau dipanggil ke ruang guru." Sahut salah satu teman Angga. Angga yang sedang asyik dikantin sambil menikmati es jeruk, kini hampir tersedak.

"Sungguh??!" Angga melototkan matanya. Ia langsung berlari kearah ruang guru sebelum 5 menit lagi istirahat selesai.

"Aish..anak itu. Ia pasti dapat nilai merah lagi." Ari, teman Angga menatap cemas kearah sahabatnya yang kalang kabut menuju ruang guru.

Ya, Anggaya Hirata memang terkenal tampan tetapi bodoh dalam pelajaran matematika.

Greekk!

Angga menggeser pintu guru perlahan. Lalu masuk, berjalan menuju meja Bu Mella.

Angga menelan ludahnya kasar. Dan akhirnya ia telah berdiri di depan meja guru matematika tersebut.

"Hmm, Anggaya Hirata. Nilaimu.."
"Jelek Bu?" Tebak Angga, lalu menyeringai. Bu Mella mendongak. Hanya diam sambil menatap Angga pasrah.

"Nilaimu..bukan jelek lagi. Tapi buruk rupa,"Kata Bu Mella sambil berdiri lalu memberikan kertas ulangan yang bertuliskan, 'Anggaya Hirata, nilai: 15'.

Angga melotot.
Ini benar-benar buruk rupa, ucapnya dalam hati. Lalu menggelengkan kepalanya.

"Eheheheh..kalau begitu, saya permisi dulu ya Bu.." Angga berbalik sambil agak berjingkat. Ia merasa ada yang menahannya dengan menarik kerah belakangnya. Bulu kuduknya berdiri.

"Anggaya Hirata!!, mulai bulan depan, kau akan mengikuti pelajaran tambahan matematika setiap pulang sekolah selama, SATU BULAN!!" Bentak Bu Mella, lalu melepaskan eratan tangannya. Angga kembali menelan ludah kasar.

"Kau boleh pergi." Suara Bu Mella kini sudah seperti orang normal. Angga hanya mengangguk lalu kabur. Ia tidak peduli bahwa guru-guru yang lain memperhatikannya.

*****

"Anggiya Hirata. Tolong jelaskan soal tersulit ini kedepan. Agar teman-teman semua mengerti.." Pak Byn, guru matematika bersuara. Anggi mengangguk, lalu menjelaskan didepan kelas dengan rinci.

Setelah selesai, ia boleh kembali ditempat duduknya. Dari tulisan diatas, pasti kalian langsung tahu perbedaan Anggi dan Angga.

Anggi pintar dalam semua mata pelajaran kecuali olahraga. Dan Angga hanya pintar dalam pelajaran olahraga.

Mereka kembar, tetapi apa yang ada pada diri mereka sangat berbeda satu sama lain.

****

"Aku pulang..." Ucap Angga dan Anggi berbarengan.
"Eh, Anggi kau sudah pulang juga." Angga menatap saudara kembarnya yang rambutnya terlihat berantakan.
"Tentu saja aku sudah pulang, apa kau tidak melihat aku disini," jawab Anggi ketus dan masuk kedalam rumah duluan.

"Jutek banget sih..apa semua perempuan seperti itu?" Gumam Angga sembari ikut masuk kedalam rumahnya. Mereka disambut oleh ibu mereka, dan menyuruh mereka makan siang bersama.

"Sebentar bu. Aku ingin ganti baju dulu." Anggi memasuki kamarnya dan menutup pintunya pelan.

"Kalau begitu Angga, duduk disini dulu." Perintah ibunya.

The Beautiful Boy and Handsome GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang