Chapter 7

1.9K 177 20
                                    

Semua sudah kembali seperti biasanya. Dokter berhasil menyelamatkan Yuki dengan metode yang Stefan sarankan.

Kekuatan cinta mamapu mengalahkan segalanya. Stefan menatap tajam gadis yang masih terbaring di ranjangnya itu. Maxime dan Mama Yuki menunggu di luar, memberi ruang untuk Stefan dan Yuki. Mama Yuki baru saja pulang dari Singapura dan mendapatkan kabar buruk jika anak kesayangannya masuk ke rumah sakit karena keracunan.

"Heh bodoh, loe bosen hidup ya?" tanya Stefan tajam

"Jangan ngatain gue bodoh, loe itu lebih bodoh. Loe tau, wajah loe bener-bener buruk sekarang" ucap Yuki tak kalah tajam

"Udah kodratnya laki-laki terluka, loe jangan lakuin lagi hal yang akan menyakiti diri loe sendiri. Apa loe tau apa yang gue rasain saat lihat loe terluka?  rasanya itu lebih menyakitkan dari pada babak belur kaya gini" ucap Stefan tegas

"Lebay" ucap Yuki terkekeh kecil.

Stefan memasang wajah datarnya, dia meraih tangan Yuki dan menggenggamnya erat.

"I love you" ucap Yuki tersenyum, Stefan ikut tersenyum.

Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Yuki. Dia tersenyum jahil sebelum mendartakan ciuman di kening Yuki. Stefan mencium Yuki dengan sangat lembut. Yuki mencoba merasakan sensasinya, dan Yuki lebih menyukai ciuman di dahi dari pada di bibir. Karena dia merasa di sayang oleh Stefan.

Maxime tidak jadi masuk ke dalam ruangan Yuki, dia tidak sanggup melihat kemesraan yang Stefan berikan kepada Yuki. Dia menutup pintunya lagi, dia yakin baik Yuki dan Stefan tidak ada yang menyadari kehadirannya.

***

Maxime memilih duduk di bangku taman Rumah Sakit. Tiba-tiba seorang gadis cantik datang dan duduk di samping Maxime. Maxime menatap tajam gadis di sampingnya, dia sangat marah dengan gadis itu, gadis yang hampir membunuh Yuki.

"Gue tau loe marah sama gue, tapi gue nggak akan minta maaf" kata Wilona dingin

"Untuk apa loe datang kesini, loe mau nyakiti Yuki lagi?" tanya Maxime tajam

"Gue nggak nyakitin dia, dia sendiri yang meminum racun itu padahal gue sudah mengatakan kalau gue menaruh racun di dalamnya" kata Wilona santai. Maxime tidak mengerti dengan penjelasan Wilona.

FLASH BACK

Yuki berjalan dengan wajah ceriannya, langkahnya terhenti ketika seorang gadis cantik menghalangi jalannya. Yuki menatap datar gadis itu, dan gadis itu menatap tajam ke arahnya.

"Ada apa?" tanya Yuki dingin

"Gue mau ngomong sama loe, tapi bukan di sini" ucap Wilona tegas

"To the point aja, gue nggak punya banyak waktu" ucap Yuki malas

"Gak akan lama, gue cuma mau menguji cinta loe dengan Stefan" ucap Wilona tegas. Yuki menatap Wilona bingung.

"Ikut gue" ucap Wilona tegas.

Wilona berjalan ke arah kantin, dan Yuki mengikutinya. Mereka duduk di bangku yang kosong. Wilona menyodorkan jus kepada Yuki.

"Loe mau ngeracunin gue?" tanya Yuki tajam. Wilona terkekeh sumbang.

"Loe nggak sebodoh yang gue kira ternyata" ucap Wilona tersenyum. Yuki menatap Wilona tajam.

"Jus apel beraroma teh, loe kurang cerdik wilona. Loe menantang orang yang salah" ucap Yuki mencibir

"Loe harus minum jus ini kalau loe emang cinta sama Stefan" ucap Wilona tajam

"Loe pikir gue bodoh, gue akan mati dan loe bisa mendapatkan Stefan dengan mudah jika gue meminumnya" ucap Yuki terkekeh sumbang

Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang