Chapter 5

2K 195 18
                                    

Stefan masih tidur nyenyak di kelasnya, tiba-tiba seorang pria dengan penampilan culunya membangunkan Stefan dari tidur siangnya. Sialan, Stefan akan membunuh siapapun yang berani mengganggunya. Stefan bangun dengan wajah yang menyeramkan, salah sendiri membangunkan singa yang sedang tidur. Pria itu menatap Stefan ngeri, dan dia mundur satu langkah dari Stefan. Jangan melupakan jika Stefan Bad boy, semua anak takut dengan Stefan.
"Sss...sorry Stefan" ucap pria itu tergagap
"Beraninya loe minta maaf sama gue, loe pikir gue akan maafin loe" ucap Stefan tajam
"Stefan, Yuki keracunan" ucap pria itu lantang
"Dimana Yuki sekarang?" tanya Stefan panik, dia melupakan kekesalannya dengan pria culun yang berani membangunkannya. Pria itu mencoba mengatur nafasnya, dia menatap Stefan sedikit takut
"Di rumah sakit Medika, Maxime dan lainnya yang membawa ke sana" ucap pria itu tegas, Stefan berlari keluar kelas dan bertemu dengan guru killer di kelasnya, Pak Jacob guru Ekonomi
"Mau kemana kamu Stefan?" tanya guru itu menatap tajam Stefan, tapi Stefan sama sekali tidak takut
"Saya harus pergi" ucapnya tegas, Stefan berlari tanpa perduli teriakan dari sang guru
"Kembali ke kelas atau saya tidak mengijinkan kamu masuk di kelas saya selama satu minggu" ucap Pak Jacob tajam, tapi Stefan tampak tidak perduli dan terus berlari
"Benar-benar menjengkelkan" ucap Pak Jacob kesal, lalu masuk ke kelas XII IPS 1.

***

Stefan sudah berada di koridor rumah sakit, mencari dimana keberadaan Yuki. Sampai dia menemukan Maxime yang tengah mondar-mandir di depan ruang UGD. Stefan sangat membenci rumah sakit, karena Rumah Sakit yang menjadi saksi betapa sakitnya dia kehilangan seseorang yang sangat dia cintai, dan dia tidak akan membiarkan kejadian itu terulang lagi.
"Apa yang terjadi?" tanya Stefan datar, pria itu tersenyum kecut
"Dia keracunan, ada seseorang yang sengaja memasukan racun di minuman Yuki" ucap Maxime tegas, Stefan mengepalkan tangannya kuat, sepertinya dia tau siapa pelakunya, dia tidak menduga jika wanita sialan itu tega melakukan semua itu. Awas saja jika Yuki kenapa-kenapa, dia akan membunuh wanita sialan itu, umpat Stefan dalam hati.
"Apa loe puas sekarang tuan Dirga?" tanya Maxime mencibir, cih.. stefan semakin tidak suka dengan pria di hadapannya itu.
"Apa maksud loe?" tanya Stefan menatap tajam Maxime, jika hanya menatap bisa membunuh seseorang, saya yakin jika Maxime sudah mati sekarang. Stefan menatap dengan tatapan membunuh, tapi Maxime sama sekali tidak takut dengan Stefan.
"Jangan pura-pura bodoh, loe tau apa maksud gue" ucap Maxime tegas, jika bukan rumah sakit, Stefan bersumpah akan menghajar pria sialan itu.
"Loe nggak usah ikut campur" ucap Stefan tajam
"Yuki sahabat gue, gue akan turun tangan jika ada yang menyakitinya. Loe terlalu memaksa Stefan, loe terlalu egois. Ini belum seberapa, gue yakin wanita itu akan melakukan apapun yang lebih kejam dari ini" ucap Maxime tajam, Stefan mengepalkan tangannya kuat, dia memang mengakui jika dia egois, tapi itu karena dia sangat mencintai Yuki
"Jauhi Yuki atau Yuki akan semakin menderita" ucap Maxime pergi, Stefan benar-benar frustasi, dia tidak tega dengan Yuki, tapi dia tidak sanggup jika harus meninggalkan Yuki.
"Wilona, gue akan balas semuanya ke loe. Camakan itu" ucap Stefan dengan mata yang berkilat. Ya, Stefan memang keras kepala, dia susah untuk di nasehati. Pintu terbuka, dokter yang merawat Yuki keluar.

"Bagaimana keadaanya?" tanya Stefan sendu
"Racun di tubuh Yuki sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, ini termasuk jenis racun paling berbahaya dan belum ada penawarnya. Hanya pemilik racun itu yang memiliki penawarnya" ucap sang dokter
"Apa tidak ada cara lain selain dengan penawar?" tanya Stefan ragu
"Ada, tapi sangat berbahaya dan hanya kemungkinan kecil bisa sembuh, saya akan mengatakan jika saya tau racun apa yang ada di tubuh Yuki" ucap sang dokter sedikit ragu
"Saya akan melakukan apapaun sebisa saya" ucap sang dokter, menepuk bahu Stefan pelan, lalu pergi meninggalkan Stefan yang masih mematung. Tatapan wajahnya benar-benar sulit di artikan. Maxime menatap Stefan dengan tatapan yang sama. Dia tidak bisa menyalahkan Stefan, hanya saja dia merasa Yuki akan terluka jika terus bersama pria itu. Jadi di berharap Stefan pergi jauh dari Yuki.
"Gue akan cari tau" ucap Stefan mantap, dia pergi dan akan menemui orang itu, dia akan membunuh wanita itu jika perlu, jika dia tidak mengatakan semuanya. Tangannya mengepal kuat, dia tidak bisa diam. Wilona benar- benar mengibarkan bendera perang dengan Stefan. Stefan menjatuhkan air matanya, tapi wajahnya penuh dengan kebencian.

Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang