prolog

111 6 0
                                        

Dari kejauhan aku memandangi langit yang tampak suram. Beberapa kali ia bergemuruh kemudian menjatuhkan butir-butir air keatas permukaan tanah. Aku meraih secangkir teh yang berada tepat didepanku. Perlahan aku meneguk minuman hangat itu sambil memikirkan cara untuk kembali ke rumah karena hujan yang begitu deras. Tiba-tiba seseorang mengambil posisi duduk tepat didepanku tanpa meminta izin. Ia merampas cangkir teh yang kuletakan diatas meja bundar itu kemudian meneguknya dengan cepat hingga tidak ada yang tersisah.

"Hey!" Tegurku agak tegas

"Apa?!"
Ia meletakan cangkir itu kemudian melirik kearahku.

"Itu milikku!" Ujarku ketus
Ia menatapku lebih tajam.

"Pelit sekali kau ini! Apa kau tidak lihat! Aku kehujanan. Sekarang aku kedinginan dan butuh sesuatu yang hangat. Ini hanya secangkir teh! Apa perlu aku ganti?!" Balasnya tanpa rasa bersalah.

"Sebenarnya tidak perlu.. tapi karena kau menyebalkan kau boleh menggantinya!" Sautku.

Lelaki itu menundukan kepalanya lalu kembali bicara dengan nada ketusnya,
"Aku tidak bawa uang! Lain kali saja nona...."
Ia menyelidik ke arah name tag yang kupakai dikerah baju sejak sekolah tadi pagi.
"Nona Rena." Lanjutnya, kemudian Ia beranjak pergi menerobos hujan.

Behind The CrestfallenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang