Gemuruh

311 6 0
                                        

Bunyi gemuruh menggema ke seluruh ruangan. Hampir semua orang yang ada di sana menghentikan aktivitasnya dari buku dan menoleh ke satu titik. Meja baca yang ada di tengah ruangan.

"Apa yang dia pikirkan? Memangnya buku bisa menenangkan perutnya?"

"Maklum saja, buku kan gratis sementara sepiring nasi harus bayar,"

"Kasihan sekali,"

Pipinya memerah dan dia tidak berani menatap satu orang pun yang ada di sana. Berdiri dari kursinya, dia berjalan menuju ke meja pustakawan. Menyerahkan buku yang akan dia pinjam, membiarkan pustakawan mencatat data buku. Matanya terbelalak tak percaya, bersama buku ada sebungkus roti yang dia terima dari pustakawan. Pipinya memerah kembali, tapikali ini dia berani menarik sudut bibirnya ke atas. Sebelum pergi dia sempatkan mengucapkan terima kasih.

-----

End.

Kumpulan FlashfictionWaar verhalen tot leven komen. Ontdek het nu