"Seharusnya aku dulu menggugurkanmu."
"Ibuku, membenciku."
.
.
.
"Aku hanya ingin membuat ibu menyayangiku."
.
.
.
"Dasar, wanita es."
.
.
.
"Menikahlah dengan Soojung."
.
.
.
"Jung Soojung, anak yang selalu diabaikan, bahkan oleh ibunya sendiri...
Langit sudah siap menunjukkan warnanya. Sang mentari juga telah bersedia menunjukkan sinarnya. Burung - burung yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari berhenti berkicau. Deru kendaraan-kendaraan sudah mulai terdengar. Membuat seorang gadis terbangun dari tidur lelapnya. Sejujurnya, bukan karena deru kendaraan yang membuatnya terbangun, namun karena sinar matahari yang selalu menerobos tirai serambunya. Membuat matanya yang terpejam, harus terkejap - kejap pelan. Setelah matanya benar- benar terbuka, tatapannya tertuju pada jam weker berdesign klasik di meja sebelah kiri ranjang empuknya. Pukul 08:20. Sudah saatnya ia bangun. Satu hal yang selalu ia lakukan setelah bangun tidur, yaitu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Jung Soo Jung, sudah meletakkan ponsel canggihnya itu di telinga kanannya menunggu jawaban dari orang yang ia hubungi. " Halo." Sapanya begitu terdengar suara bip di seberang sana. "Soojung apa kau baru bangun? Kenapa jam segini baru telepon?" Omel orang yang dihubungi. "Hehe maaf bi, aku bangun kesiangan hari ini. Ehmm apa Ibu sudah bangun?" Tanya Soojung antusias. " Nyonya sudah berangkat." Jawab Bibi Yoon, orang yang dihubungi SooJung. " Ah.. nampaknya aku benar - benar kesiangan. Kkk...." Soojung tertawa kecil. Bibi Yoon menanyakan mengapa Soo Jung bisa bangun kesiangan, dan dengan sigap Soojung menyatakan bahwa semalam ia harus lembur di kantor, sehingga mengharuskannya tidur larut malam. " Lain kali jangan tidur larut malam seperti itu. Tak baik untuk kesehatan." Bibi Yoon memberikan nasehatnya. " Iya bi.. iya.." Jawab Soojung. " Ya sudah kalau begitu aku sudahi ya. Aku mau mandi dan segera berangkat menuju butik dan kantor." Tambah Soo Jung, untuk memberitahu Bibi Yoon tentang aktivitasnya. " Baik . Jaga diri baik - baik Soojungah." Ucap Bibi Yoon lembut. " Oke bos. Hehe." Kurang lebih seperti itulah yang selalu dilakukan oleh Soojung setiap bangun tidur. Memang tidak setiap hari tapi Soojung lumayan sering menelepon Bibi Yoon untuk menanyakan tentang Ibunya. Hal ini dikarenakan Soojung tak tinggal dengan Ibunya. Ia tinggal di sebuah apartemen.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mungkin kita harus mengenal gadis berusia 23 tahun ini sebelum mengetahui tentang kisahnya. Jung Soo Jung atau yang lebih dikenal dengan Krystal Jung , seorang Designer muda yang penuh kharisma. Dia merupakan lulusan dari Seoul Fashion&Design College.Ia memang bukan lulusan dari Paris atau New York tapi ia bisa membuat decak kagum siapapun yang melihat baju rancangannya. Gadis yang selalu membiarkan rambutnya tetap terurai panjang ini memiliki butik yang didirikannya sendiri, ia menamai butiknya "Krystal's House". Selain bekerja di butiknya Soojung ikut ambil menjadi CEO di perusahaan penerbitan majalah milik Ibunya " Jung's Magazine." Dimana perbulannya perusahaan itu akan menerbitkan majalah fashion terbaru. Dan yang pasti Jung's Magazine ini memiliki customer yang luar biasa banyak. Bukan hanya di Korea tapi juga menembus pasar Internasional. Jika bertanya darimana bakat Soo Jung berasal, mungkin tak akan lepas dari Ibunya, Nyonya Jung Yoon Hee. Ia merintis bisnis fashionnya dengan susah payah. Berawal dari profesinya yaitu penjahit baju di salah satu pabrik dari butik kenamaan di ibukota, lama kelamaan bakat fashionnya terasah. Hingga akhirnya ia mendirikan butik kecil - kecilan dan pada akhirnya pula ia mendirikan 'Jung's Magazine.' Kehidupan Soo Jung memang tampak bahagia dan mewah , tapi itu hanya mantelnya saja. Dibalik sosoknya yang dingin tersimpan kesedihan yang dalam dihatinya. Dia mana ia tahu bahwa Ibunya, Nyonya Jung tak pernah menyayanginya dengan sepenuh hati layaknya Ibu kepada anaknya.