Sebuah ekskul yang mengerikan dan ekstrim bagi orang banyak, tapi tidak buatku. Tekadku sudah bulat bahwa saat masuk SMA aku akan memasuki Pecinta Alam. Ternyata tidak mudah bagiku untuk gabung di ekskul tersebut. Aku dan orang tuaku berbeda pendapat, tapi demi mewujudkan sebuah rencana rahasia aku harus berbohong kalau aku tidak akan memasuki ekskul tersebut.
" Kenza"
" Ya? Ada apa?"
" Apa kamu akan ikut minggu depan?"
" Tentu."
" Baiklah, semoga kau diizinkan. "
" Hmm, terima kasih."
Waktu yang tidak lama lagi aku akan mendaki gunung. Sangat menakjubkan bagiku apabila aku bisa sampai puncaknya. Izin orang tua lah yang mungkin bisa membawaku sampai ke puncaknya. Hari sudah larut malam, tetapi aku tidak tau bagaimana aku harus meminta izinnya sedangkan itu dilarang. Esoklah yang akan bisa menentukan terkabulnya rencana ku.
" Ibu"
" Iya?"
" Seandainya aku ingin mendaki... "
" Tidak, tidak akan ibu izinkan. "
Kalimat yang cukup singkat dan menyakitkan bagiku. Rencana ini tidak akan berhasil, tetapi selagi aku masih bisa aku akan berusaha apapun itu caranya.
---
Rapat ekskul dimulai.
" Bagaimana kalian semua akan ikut?"
" Maaf, aku tidak tau. Ibuku tidak memberiku izin"
" Mungkin kami akan membantumu meyakinkan ibumu agar kamu bisa ikut"
" Terima Kasih."
Akhirnya ada secercah harapan aku bisa mengikutinya. Tapi tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan ibuku. Selalu ku berdoa agar aku bisa ikut, doaku belum terkabul juga. Mungkin belum saatnya. Tiap malam aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa diizinkan tapi tidak ada satu ide yang muncul dalam benakku. Selalu saja muncul di kepalaku ibuku sedang marah – marah. Apabila ada ayah akankah aku diizinkan?
---
to be continue...
YOU ARE READING
Secret on Summit
RandomAku Kenza, perempuan yang ikut ekskul pecinta alam tanpa seizin orang tuaku. Saat h-3 ibuku belum mengizinkan juga. Dan akhirnya... Mau tau kisah kelanjutannya? Stay Tune! :)
