" hai ana " suara itu aku sangat mengenalinya dan panggilan itu hanya DIA yang memanggilku dengan sebutan itu.
" semoga bukan DIA" Batinku.
Aku menoleh,dan ternyata...
" Ray " suraku lirih
kenapa dia datang lagi disaat aku sudah menata hidupku dengan baik.
" Ana aku merindukanmu". Lirihnya.
" Apa katanya MERINDUKANMU kemarin - kemarin kemana aja." Batinku
Tanpa menjawab pertanyaannya aku lari menjauh darinya masa bodo aku benci dan tak mau untuk bertemu dengannya lagi kenapa dia harus datang lagi di kehidupanku seakan takdir ini mempermainkanku.
Alhamdulillah cerita pertamaku akhirnya bisa di post juga dengan berbagai rintangan ( ceileh.hee )
Mohon vote & comentnya ya :)
YOU ARE READING
Rayna
Teen Fiction"Aku bukanlah gadis polos berseragam putih biru yang selalu mengejar dan memohon cintamu itu,yang selalu mendapat penolakan dan kata - kata kasarmu.Aku lelah memohon dan BERJUANG untukmu,aku muak dengan respon yang kamu berikan padaku Dan aku Benci...
