prolog

119 8 0
                                        

" hai ana " suara itu aku sangat mengenalinya dan panggilan itu hanya DIA yang memanggilku dengan sebutan itu.

" semoga bukan DIA" Batinku.

Aku menoleh,dan ternyata...

" Ray " suraku lirih
kenapa dia datang lagi disaat aku sudah menata hidupku dengan baik.

" Ana aku merindukanmu". Lirihnya.

" Apa katanya MERINDUKANMU kemarin - kemarin kemana aja." Batinku

Tanpa menjawab pertanyaannya aku lari menjauh darinya masa bodo aku benci dan tak mau untuk bertemu dengannya lagi kenapa dia harus datang lagi di kehidupanku seakan takdir ini mempermainkanku.

Alhamdulillah cerita pertamaku akhirnya bisa di post juga dengan berbagai rintangan ( ceileh.hee )




Mohon vote & comentnya ya :)

RaynaStories to obsess over. Discover now