Bab 1 #Bandung

1.3K 30 0
                                        

Aku mematung didepan kelas. Seorang guru wanita berkerudung sedang memperkenalkan aku pada semua orang yang ada di kelas 12 IPA 1 (yang plangnya  tadi aku baca diatas pintu kelas ini)
"Silahkan perkenalkan dirimu" Bu guru tersenyum padaku
Aku mengangguk. Maju selangkah dengan santai. Aku terbiasa pindah sekolah. Terbiasa melakukan perkenalan didepan kelas. Ini sudah sekolah ke 5 yang aku masuki selama aku di SMA. Rekor bukan??
"Namaku Haira" aku mulai bicara sambil menatap sekeliling
"Aku pindahan dari SMA Swasta di Jakarta Selatan" lanjutku
"Salam kenal semua. Semoga bisa berteman dengan kalian semua" lalu aku menoleh pada Bu Guru dan mengangguk sebagai isyarat perkenalanku selesai
"Udah punya pacar belum?" Celetuk seorang siswa dan disambut suara riuh seluruh kelas
"Sudah sudah. Haira, ayo silahkan duduk dengan Rima" Bu Guru menunjuk bangku kosong disebelah siswi berambut pendek bangku baris ketiga
Yang lain masih bersahut-sahutan. Masih riuh menggodaku.
"Sudah cukup. Jangan menanyakan hal pribadi pada orang lain. Tanyakan hal sopan saja. Ayo kita lanjutkan pelajaran sejarahnya. Dibuka LKS nya" perintah Bu Guru mampu mendiamkan kelas.
"Hai Haira. Aku Rima" Rima berbisik
Aku tersenyum. Tidak berkata apa-apa sehingga Rima pun ikut diam.
Sampai pelajaran selesai, kemudian pelajaran habis dan bel istirahat berbunyi, kami tidak bicara apa-apa.
"Rima, kita ke kantin yuk" beberapa orang mengerubungi Rima
Aku mengeluarkan Ipadku. Membaca buku di google books.
"Haira. Kamu gak jajan? Ke kantin yuk" ajak Rima
Aku diam berfikir.
"Ayolah. Kamu kan anak baru. Pasti belum tahu spot spot cantik disekolah ini" ajak Rima tak menyerah
"Okelah" aku fikir ucapan Rima ada benarnya. Aku kan baru di SMA ini, siapa tahu aku betah dan tak ada hal yang ku benci disekolah ini sehingga aku punya tempat yang menyenangkan disini. Ya siapa tahu. Aku juga capek pindah pindah.
"Gitu dooong" Rima tertawa
"Eh kenalin. Ini Eva dan Putri" Rima mengenalkan aku dengan 2 orang temannya. Mereka menjabat tanganku dan tersenyum.
"Ayo cepat" ajak Rima
"Ikutan dong Rim" seru cowok-cowok dibangku belakang. Rima hanya mencibir.
Mungkin Rima salah satu cewek yang terkenal disekolah ini karena banyak yang menyapanya sepanjang jalan kekantin tadi.
Kantinnya ada 4 blok. Blok Orange (karena warnanya orange) dipenuhi cowok-cowok. Blok Maroon (ini juga karena warna maroon) dipenuhi cewek-cewek. 2 kantin ini hanya terpaut jarak 5 meter. Berada di belakang kelas XI.
Sementara blok Green (karena konsepnya outdoor) dan blok Mint (karena warnanya dominan tosca atau mint) bersebrangan dari 2 blok itu. Terpisah lapangan basket dan kolam ikan koi yang cantik. Disamping aula sekolah.
"Gak nyangka bagus juga kantinnya" ucapku hampir berbisik
"Nah kan, kalau gak keluar pasti nyesel deh" ucap Rima sambil tersenyum
Aku mengangguk setuju
"Hai Anton" Rima menyapa seorang cowok  berkaca mata yang sedang duduk dibangku kantin Blok Green yang ada tepat disamping aula.
"Halo Rima. Jajan?" Jawabnya setengah acuh. Dimejanya berderet buku. Sebuah buku juga terbuka. Mungkin sedang dibaca.
"Iya. Kamu mau ikutan olimpiade fisika itu ya?" Rima masih berhenti dihadapan cowok itu
"Betul. Oh ya, nanti buat pidato bhs inggris, kamu bikin dulu sendiri ya" katanya
"Oke. Memang kamu gak ikut?"
Dilihat dari cara Rima bicara, aku bisa memastikan kalau teman baru ku ini -Rima- tergila gila sama cowok peserta olimpiade fisika itu. Yah ganteng sih. Aku, Eva dan Putri serasa angin lalu nih. Aku menoleh kearah mereka, memberi isyarat untuk jalan terlebih dulu.
Aku melihat beberapa cowok dan cewek yang ada dikantin melihatku lalu bisik-bisik ga jelas. Aku memasang wajah jutekku. Males banget ngeladenin mereka. Eh tapi narsis juga ya aku? Kan belum tentu juga mereka ngomongin aku??
"Kita duduk sini ya" ajakku pada teman-temanku
Yang lain mengikuti sambil tersenyum. Duduk dibangku berwarna mint persis dipinggir kolam ikan koi. Sumpah ini cantik banget. Rasanya bukan kantin sekolah deh. Seperti dicafe modern diluar sana.
"Nama kamu Haira aja?" Aku tersentak namun buru-buru menyembunyikan rona wajahku
"Ada panjangnya. Jasmina " ucapku sedatar mungkin pada Putri yang telah bertanya
"Ooh.." Putri manggut-manggut
"Kenapa kamu pindah ke Bandung? Kan kamu sekolah di Jakarta" kali ini Eva yang bertanya
"Pesen dulu deh biar gak lapar" elakku
"Eh iya. Maaf ya. Aku malah nanya-nanya. By the way kamu mau apa biar aku pesenin" Eva berdiri
"Aku mau baso tahu. Pedes siaga 1" seru Putri langsung bicara
"Minumnya air teh saja minta sama mamangnya" tambah Putri
"Aku jus saja. Alpukat" sambungku
"Tapi gak usah pake gula. Esnya sedikit saja"
Eva tertawa. Berusaha menghafalkan pesanan aku yang cukup rumit.
"Hei kalian jajan tanpa aku" Rima datang sambil merengut
"Lagian kamu ngobrol terus sama Anton. Kita gak diajakin yah" Putri menoleh padaku meminta persetujuan
"Bukan gitu. Aku jarang ketemu soalnya. Dia kan ketua eskul bahasa inggris juga. Aku wakilnya. Hari ini ada jadwal latihan. Gak ketemu disini juga aku mau ke kelasnya" jelas Rima panjang lebar
"Kamu dulu ikutan eskul apa disekolahmu yang lama?" Rima menatapku
"Gak ikut apa-apa" aku mengangkat bahu. Bagaimana mau ikutan eskul orang akunya ganti ganti sekolah terus. Dan sekolah terakhir di Jakarta Selatan itu aku cuma masuk 4 bulan.
"Kamu ikutan aja eskul bahasa inggris yuk" ajak Rima antusias
"Ada eskul apa saja disini?" Aku balik bertanya
"Banyak. Ada bahasa inggris. Bahasa jepang. Bahasa arab. Seni tari. Teater. Jurnalistik. Paskibra. PMR. PKS. Karawitan. Multimedia. Lingkungan. Kamu mau ikutan yang mana?"
"Itu tadi nyebut nyebut partai politik. Eskul partai politik ya?" Tanyaku asal
"Hairaaaa..." 4 tangan mencubit tangan dan pipiku kompak.

HAIRA  Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora