ju

2.5K 406 32
                                    

Author pov

"Apaan sih gaada Louis! Lo matanya picek Luke"

"Eh serius tadi! Dia dateng berdua" Luke menunjuk nunjuk ke arah Louis datag tadi"

"Gaada Luke? Mirip kali, orng lain tadi"

"Enggak Xander! Serius! Dia lewat situ ngegandeng tangan cewe"

Xander menatap Luke dalam.

"Luke"

"Ya?"

Xander berdiri dari kursi dan mengambil tasnya.

"Lo itu kalo mau jadi pho, gausah gini juga Luke. Gue kira lu support gue, jadi ini yang namanya sahabat. Oke! Lo itu jauh dari kata sahabat, bye gue duluan"

"Apa lo bilang?! Xander! Gue ga bermaksud jadi pho!"

Terlambat, gadis itu sudah berlari menjauhi café tersebut.

"Ya gue tolol, gue egois. Gue gamau dia dideketin cowo lain kenapa? Karena gue takut dia disakitin. Dan sekarang apa? Saat gue berusaha buat lindungin dia dari Louis yang seminggu ini gue liat jalan sama cewe. Dia malah bilang gue pho, dia malah mutus persahabatan gue sama dia. Ya, sahabat. Gue gamau kayak di sinetron yang dari sahabat jadi suka. Gue gasuka sama dia, gue cuma mau lindungin dia. Ya tapi karena KITA udah gaada apa apa lagi, sorry Xander gue gabisa lindungin elo, dan suatu saat lo bakal tau perbuatan Louis selama ini."

Luke pergi dari Café dan melihat pemandangan itu lagi. Ya Louis dan perempuan. Yang tidak diketahui namanya itu.
Luke ingin memanggil dan memarahinya tapi tak ada gunanya. Xander akan selalu percaya pada Louis.

"Mungkin ini waktunya gue jauhin Xander" batin Luke.

The end

Gadeng boongin. Belom the end. Hahahah. Anjir lah sue.

Sakit ; lrhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang