1 : M.O.S [Mos Oh Shit]

2.9K 966 1.5K
                                        


Dari Sabang sampai Merauke, baru kutemukan satu yang sepertimu.

📎📎📎

Elvaretta Safa Haura yang akrab disapa Safa berada dalam masalah besar. Siswa Baru dari SMA Kebangsaan itu sedang membayangkan berdiri dihadapan dua mulut buaya dan harimau yang sangat mengerikan. Keduanya siap untuk menerkamnya kemudian mengunyah menggunakan gigi yang tajam dengan sangat keji ketika Safa kehilangan fokus. Andai ia bisa menghindar dari harimau tak ada jaminan ia juga bisa lepas dari buaya, ibarat pepatah sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Oke ini sangat lebay.

Semua terjadi memang karena kesalahan Safa. Ia tidak berhati-hati meletakkan barang yang untuk hari ini dan sampai hari lusa akan menjadi barang berharga. Lebih berharga daripada gadget yang ia punya. Rompi dari kardus yang bentuknya tokoh wayang Semar yang tidak salah lagi itu adalah atribut untuk MOS itu hilang karena kecerobohannya. Padahal butuh waktu setengah hari untuk membuatnya.

Safa mencoba mengingat-ingat kembali walaupun otaknya standar pentium satu setidaknya Safa mengingat sangat jelas tadi malam ia meletakkannya di kursi seberang meja makan. "Ah sial," dengus Safa mengayunkan satu kakinya.

Karena sudah cukup lama Safa mencari atribut yang hilang, Safa bergegas mengambil satu set baju putih abu-abu yang sudah tergantung rapi dikamar dan langsung memakainya.

Keringat sebesar biji jagung mulai menetes menyusuri lekuk wajahnya yang jauh dari kata sempurna. Rasa takut, gugup beradu menjadi satu. Membuat Safa tidak bisa berfikir jernih. Safa melirik arlojinya yang menujukkan pukul 06.20 WIB. Memang jarak rumah Safa dari sekolah tidak terlalu jauh, tapi bukan itu yang membuat Safa takut karena terlambat, melainkan atribut MOS yang ia belum temukan sama sekali, itu artinya Safa harus membuatnya lagi dalam waktu yang tersisa namun itu hal sangat Mustahil.

Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab artributnya hilang. Yang pertama karena atributnya diambil Dinambo adik perempuan Safa, umurnya masih 4 tahun karena bentuknya unik. Atau dipungut oleh Mamanya karena meletakannya dengan tidak bertanggung jawab.

"Mamaaaaaaa!!!" teriak Safa dengan sekuat tenaga

"Ada apa?" jawab Rita, Mama Safa dengan santai, sembari tangan yang memegang gagang sapu.

"Lihat atribut MOS ku nggak Ma, bentuknya tokoh wayang Semar warna putih hitam?" Safa mulai melonggarkan uratnya.

"Yang semalem kamu taruh di kursi itu?"

"Iya. Mama lihat?" tanya Safa dengan penuh harapan besar kaya nunggu gebetan.

"Kalau nggak salah lihat, diambil sama Dina tadi pagi," jawab Rita dengan pandangan yang tidak diarahkan pada Safa karena sibuk menyapu halaman rumah.

Wajah Safa berubah menjadi kesal."Kok gak dicegah sih?" Dengan nada lemas.

Pasti Dinambo sudah merusaknya. Sia-sia usaha Safa membuat atribut itu.

"Mama kira gak dipakai lagi soalnya berantakan banget," bela Rita.

"Dinambo sekarang dimana?"

"Dina ada dikamarnya."

Safa langsung tancap gas menuju kamar Dinambo setelah mendegar jawaban dari Mamanya. Ia berharap bisa menyelamatkan atributnya yang sangat berharga dari tangan perusak seorang Dinambo.

"Namboo.." panggil Safa dengan nada tinggi karena kesal dengan kelaluan adikknya.

"Apa kak?" jawab Dinambo dengan suara yang menggemaskan dan matanya membulat.

The Better ChoiceWhere stories live. Discover now