Prolog

290 25 10
                                        

Pagi hari yg cerah seharusnya menjadi awal yang baik untuk semua orang . Tetapi tidak dengan laki-laki yg tengah membelai wanita yg kini sudah terbaring lemah dan tidak mungkin kembali ke dunia nyata , alamnya sudah berbeda. Wajahnya yang dulu setiap hari berurat sekarang sudah damai.

Air matanya kini tak dapat di tangkis lagi. Wanita yang sangat berharga kini telah pergi lebih dulu darinya. Banyak penyesalan yg sedang ia sebut didalam benaknya.

Bahkan ia belum sempat membuatnya bahagia. Ia menyesal dulu tidak pernah mendengarkan perkataannya untuk belajar dengan giat , membantunya , dan hal-hal yang membuatnya gembira.

"Ibu , aku menyesal. Setiap hari aku selalu membuat ibu sedih , kecewa , marah. Tapi aku hanya diam dan tak mau mengubah diri ," gadis disampingnya menepuk-nepuk pundaknya untuk segera menghentikan tangisannya .

"Ibu aku bodoh! Aku terlalu bodoh karna tidak peka dengan perasaanmu,"

"Aku ingin ibu kembali , disini bersamaku. Aku akan membuat ibu bahagia bahkan menggantikan posisi ibu sekarang aku rela ," lanjutnya

"Sudahlah jungkook , jangan seperti ini. Nyokap lu udah tenang di alam sana ," gadis disebelahnya mengusap-usap punggung jungkook

"Bagaimana bisa gue diam aja, melihat ibu gue seperti ini, ji hye ." Tatapan mata sendunya membuat gadis disampingnya merasa iba. Ini pertama kalinya melihat jungkook menangis dan sangat menyesali kepergian ibunya.

Kedua tangan jungkook menutupi hampir sebagian wajahnya. Gadis itu tahu , jungkook seperti itu agar ji hye tidak melihat wajahnya yang menyedihkan . Ya , menyedihkan karna jungkook akan jadi seorang piatu.

Suara sesenggukan terdengar yang dibuat jungkook, membuat ji hye tak tega membiarkannya menangis sendirian. Sebenarnya gadis itu tahu, betapa sakit yang dirasakannya sekarang. Ditinggalkan oleh orang tercinta sangatlah menyakitkan. Gadis itu perlahan membuka kedua tangan yang menutupi wajah laki-laki yang menangis dari tadi tanpa henti.

Jungkook menatap ji hye bingung. Dibawalah tubuh jungkook ke pelukannya.
Sontak jungkook terpenjat.
"Jangan seperti ini kook , gue jadi ikutan sedih. Gue yakin nyokap lu pasti bahagia ," ucap ji hye meyakinkan

"Dari mana lu tahu , jika ibu gue bahagia di alam sana ?" Jungkook tidak yakin dengan ucapan yang barusan ji hye katakan

"Apa lu barusan enggak lihat senyumannya? Senyumannya itu bagai bidadari yang baru turun dari kayangan." Ji hye berusaha membuat jungkook kembali tersenyum . Jungkook pun tersenyum tapi tidak dengan hatinya

Jungkook merasakan pundaknya basah, ia menyadari jika ji hye menangis .Dilepaskanlah pelukan mereka . Jungkook mengapus air mata yang membasahi pipi ji hye.

"Ulji maseyo (울지 마세요). jangan nangis . Cukup gue aja yang menderita disini,"

Disinilah perasaan ji hye mulai berubah. Perasaan yang membuat hati terasa berbeda. Hatinya berdebar. Tiba-tiba saja semburat merah di pipi ji hye muncul. Wajah gadis itu berpaling dari wajah jungkook. Jungkook merasa aneh.

Ada apa dengannya? Batin jungkook

" Neo gwaenchana? (너 괜찮아?) Lo nggak papa? ," Jungkook akhirnya bertanya karna penasaran. "Gu-gue gak papa" Ji hye berbohong dengan apa yang terjadi dengannya.

"Lu yakin? Muka lu merah gitu,"Jungkook takut jika sahabat satu-satunya sakit

"Nan gwaenchana (난 괜찮아) gue nggak papa."

Tidak lama setelah itu , mobil jenazah datang untuk menjemput jasad ibunya untuk dikuburkan.

15 menit kemudian akhirnya keluarga Jeon dan keluarga Park sampai di pemakaman dan menguburkan jasad ibu dari seorang anak laki-laki bernama Jeon Jungkook. Jungkook lagi-lagi meneteskan air matanya.Dia duduk sambil membelai foto ibunya. Penyesalan yang pernah ia lakukan pada ibunya kembali terngiang.

"Hentikan tangisan lo itu kook, lu nyuruh gue buat berhenti tapi lu sendiri aja gak berenti menangis ," air mata ji hye keluar lagi dari kedua matanya.

"Berjanjilah sama gue kook, lu jangan nangis lagi. Gue gak kuat ngeliat lu sedih kayak gini Hiks..hiks ,"

Jungkook merasa bersalah telah membuat sahabat kesayangannya menangis seperti itu . Jungkook berlari ke arah Ji hye yang jauh darinya dan memeluknya erat tubuhnya. "Gue mohon! Jangan nangis Hye, gue janji gak bakal nangis lagi. Gue sayang elo hye,"

"Oke. Gue pegang janji lo, gue juga sayang sama lo kook,"

Ji Hye merasa lebih tenang sekarang. Semoga saja jungkook tidak mengingkari janjinya. Ji Hye berharap di esok hari akan lebih indah dari sekarang.

Semoga kita seperti ini terus Jungkook , batin Ji Hye

-×-×-×-×-×-

Note :

Hi hi! Reader maafkan gue yang terlalu bodoh ini. Cerita ini ke unpiblish. Gue kira ini juga ke apus ama gue.. Eh ternyata enggak, gue baru sadar akan hal itu dan mumpung mood gue lagi bagus gue benerin beberapa kata yg kurang dicerita ini. Gue ubah gitu dialognya jd pake gue-lo. Gue harap kalian para reader suka sama cerita absurd ini.

Plis jan jadi sider okay? Hargailah para Author yang sudah susah payah , banting tulang mencari nafkah /lempar meja

Ya ampun ampe lupa juga bilang mksh ke kawan-kawan gue yg udah bantuin dibalik layar. Dari cover, judul , alur cerita , thanks yaa guys @jinan07@annisalien@shinsun68

Vote plus comennya jangan tertinggal

Kamsa hamnida (감사합니다) terima kasih

What Are We?Where stories live. Discover now