Jenny
Aku berjalan menelusuri koridor sekolah ku, ini adalah tahun terakhirku berada di sekolah ini. Aku adalah senior sekarang, dan mungkin kalian berpikir aku akan di hormati oleh para freshman, sophomore, atau mungkin junior? Kalian salah jika kalian memang berpikir seperti itu. Faktanya aku tidak pernah di hormati oleh siapapun bahkan anjingku saja tidak menghormmatiku, Molly-anjingku selalu buang air setiap berada di pangkuanku.
Aku menghabiskan hari-hariku untuk membaca buku, membuat artikel di blogku tentang hal-hal yang berbau biologi, dan aku juga tidak jarang membalas pertanyaan dari orang-orang yang menanyaiku tentang biologi di laman blogku. Tidak ada satupun orang di sekolahku yang tahu tentang blogku, mungkin beberapa ada yang sering membuka laman blogku dan mungkin bertanya kepadaku? Tetapi mereka tidak tahu siapa identitasku sebenarnya.
Aku benar-benar tidak punya teman, mungkin dalam cerita lainnya, si kutu buku mempunyai satu teman yang sifatnya sama dengan si kutu buku. Tapi di cerita ini? Tidak, aku benar-benar tidak mempunyai teman satu pun, mungkin aku pernah punya teman kira-kira 10 tahun lalu? Ketika aku masih di Taman Kanak-Kanak mungkin saja, aku sudah lupa tetapi ibu sering bilang kepadaku bahwa aku dulu seorang anak yang ceria dan mempunyai banyak teman. Kau tidak akan pernah percaya tentang hal itu, karena diriku saja tidak pernah mempercayainya.
Ketika aku sampai di depan kelas pertamaku, aku bergegas masuk ke kelas dan duduk di kursi yang biasa kududuki-tepat di depan meja guru. Tidak heran kelas masih sepi, karena aku datang 15 menit lebih awal untuk mempelajari bab yang akan guruku terangkan.
Aku mendengar suara pintu terbuka, otomatis kepalaku langsung menoleh ke arah pintu berada, dan aku melihat seseorang dengan rambut yang sangat-mereka menyebutnya apa? Yang aku lihat rambutnya sangat rapi dan aku yakin dia memakai banyak produk untuk rambutnya itu, dia juga menggunakan kaca mata besar dan dia menggenggam buku di tangannya. Aku mengecek jam di arlojiku, dan kelas baru akan mulai 10 menit lagi. Tidak pernah ada seorang pun yang datang sangat awal selain aku, mungkin dia anak baru atau mungkin aku tidak meyadari dia sudah ada selama ini. Aku memang akhir-akhir ini tidak peduli dengan lingkungan sekitarku, buat apa aku peduli kalau ternyata mereka tidak memperdulikanku atau bahkan mereka mengira aku tidak ada. Tetapi, tidak aku tidak mungkin tidak menyadari kehadirannya selama ini.
Anak itu duduk di sampingku, dan langsung membuka buku yang sedang dia pegang. Dia sempat melirik ke arahku sebentar dan kembali membaca bukunya lagi, aku tidak memperdulikannya. Aku sibuk dengan buku pelajaran yang berada di depanku dan tidak menyadari kelas sudah hampir penuh dan sebentar lagi guru kami akan masuk ke kelas.
Mr. Henri memasuki kelas biologi tahun senior dengan sangat ceria, sama sepertiku. Aku sangat menyukai biologi, kau tidak tahu sebesar apa aku mencintai biologi. Mr. Henri tersenyum melihatku dan ketika dia melihat ke sampingku wajahnya menimbulkan raut bingung, sepertinya dia juga tidak mengenal anak laki-laki itu.
"Selamat pagi! Bagaimana liburan kalian? Aku harap liburan kalian berjalan sesuai dengan yang kalian harapkan."Mr. Henri menyapa seluruh kelas dengan penuh nada keceriaan di suarnya, dan semua anak-anak menjawab dengan 'tidak terlalu bagus'; 'lumayan' ; dan masih banyak lagi.
"Nah, Jenny bagaimana dengan liburanmu? Apa kau berhasil dengan eksperimenmu?" aku bisa merasakan semua mata tertuju kepadaku dan mereka semua berbisik, aku tahu yang mereka bisikan dan itu bukan hal yang bagus.
"Kurasa semua berjalan lancar dan aku akan secepatnya mengambil hipotesa dan menguji nya." Kelas kembali ramai ketika aku berbicara, tidak ada satu pun yang memperhatikan ucapanku kecuali Mr. Henri aku tidak heran ini sudah biasa, tetapi yang membuatku heran adalah ada satu orang yang memperhatikan ucapanku selain Mr. Henri, dia adalah anak baru yang duduk di sampingku.
Kelas berlangsung seperti biasanya, aku selalu menjawab pertanyaan yang diajukan Mr. Henri kepada seluruh murid, dan dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum karena tahu hanya aku yang akan menjawabnya. Teman-teman selalu terlihat kesal ketika aku menjawab semua pertanyaan yang diajukan Mr. Henri tidak jarang ada yang meneriakan pendapatnya denganku dengan nada yang keras seperti; 'hei Jenny, aku tahu kau pintar dalam hal ini tapi beri kami kesempatan di tahun terakhir kami agar kami setidaknya mendapat satu nilai A' dan tidak jarang juga murid yang lainnya tertawa medengar pendapat-pendapat yang mereka berikan kepadaku. Aku hanya dapat menunduk dan menatap pensilku yang berada di atas buku.
Yang membuatku heran dengan hari ini, lagi adalah si anak baru itu ikut menjawab pertanyaan yang diajukan Mr. Henri dan aku bisa melihat kebahagiaan di wajah Mr. Henri karena bukan aku satu-satu nya yang memperhatikannya ketika dia sedang mengajar. Aku semakin penasaran dengan anak baru ini.
Kelas biologi selesai, rata-rata semua teman-temanku sudah membereskan barang-barang mereka terlebih dahulu jadi ketika bel berdering mereka bergegas keluar kelas. Aku sedih karena kelas biologi telah selesai, aku memasukan buku-buku milikku ke dalam tas.Ketika selesai merapikan semua barang-barangku dan akan segera keluar kelas. Tiba-tiba seseorang memanggil namaku, aku menoleh dan melihat si anak baru itu yang memanggilku.
"Hey." Sapaku.
"Uhm, hey. Aku Marcel." ucapnya gugup.
"Ok, hello Marcel . Aku rasa aku baru melihatmu disekitar sekolah ini, kau murid baru?" aku bertanya kepadanya, aku tidak yakin apakah kata-kataku dimengerti olehnya.
"Ya, aku siswa pindahan dari Chesire. Dengar, aku tertarik dengan eksperimenmu. Apakah kau tidak keberatan jika aku membantumu?"
"Ya, tentu saja!" Aku yakin sekali sekarang mataku berbinar-binar karena mengetahui seseorang akan membantuku dengan eksperimenku.
---
yeayyy gue bikin cerita lagi!!!
menurut kalian bagaimana nih prologue ceritanya? mau dilanjutin ga? kalo mau vote sama comment ya nanti gue bakal update lagi kalo misalnya banyak yang minat ama cerita ini :)
all the love. -sovi
YOU ARE READING
Discrepancy // h.s
Fanfictiondiscrepancy /.n perbedaan terutama pada hal-hal yang seharusnya sama. Semua orang mempunyai perbedaan pada diri mereka masing-masing, baik itu bentuk fisiknya yang sudah pasti atau mungkin perilakunya dan sebagainya. Ketika dua orang menyukai hal y...
