-Prolog-

18 0 1
                                        

"Kenapa sih loe selalu aja ngikutin gue?gue bosen diikuti loe terus.Mending loe pergi aja sana! Jangan ganggu gue lagi.Dan satu lagi yang perlu loe inget ya, Berhenti buat jatuh cinta sama gue! "
Ucap Erel didepan wajah Gio sambil menunjuk-nunjuk wajah cowok tersebut dengan jari telunjuknya.

"Gue gak perduli loe mau ngomong apa.Loe tau kan gue orangnya gimana?gue gak akan pernah nyerah sebelum ngedapetin apa yang gue mau.Loe inget itu Erellia! " Balas Gio sambil menepis jari telunjuk Erel.
Gio dan teman-temannya pun pergi meninggalkan kantin yang sudah ramai itu.Erel hanya terdiam sambil mengatur nafasnya yang tadinya tak beraturan karna emosi.Dia mengepalkan tangannya lalu memukul meja yang ada dihadapannya.Tidak ada yang berani memarahinya.

Like A SongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang