Hiruk pikuk keramaian pagi hari di SMA Taruna Andakarya sama seperti suasana pagi sekolah-sekolah lainnya. Seperti biasanya, pada hari pertama masuk sekolah seusai libur semester semua murid sibuk melepas rindu dengan saling bercerita dan berbagi pengalaman selama liburan. Gelak tawa juga sesekali ikut menghiasi perbincangan mereka.
Sama halnya dengan murid-murid kelas XI IPA 1. Suasana riuh terdengar jelas dari setiap gerak gerik setiap murid.
Ada yang sibuk bercerita dengan teman sebangkunya, ada yang sibuk membagikan oleh-oleh, ada yang sibuk memamerkan barang-barang barunya, ada juga yang hanya diam sibuk sendiri dengan dunia gadget-nya.
Oh dan jangan lupa, ada segerombolan gadis drama queen--tidak semuanya, tapi biasanya sebagian besar drama queen--yang sibuk fangirling membicarakan cowo-cowo The Most Wanted di sekolah.
Suasana seketika diam dan hening saat pintu kelas mengeluarkan suara deritan. Semua orang langsung berlari menuju bangku nya masing-masing menyadari pintu terbuka menandakan ada guru yang masuk.
Hanya satu orang yang duduk di bangku paling belakang kelas yang sedari tadi sibuk dengan dunianya sendiri dan acuh terhadap keadaan kelas. Tangannya sibuk menggoreskan guratan-guratan indah di sketchbook miliknya.
Baginya diam adalah emas. Dia tidak suka banyak bicara, apalagi membicarakan hal-hal tidak berguna yang jatuhnya bisa jadi gossip, ghibah, atau sombong. Seperti yang biasa dilakukan orang-orang disekitarnya.
Pak Rio, wali kelas mereka berjalan masuk ke dalam kelas dengan membawa beberapa buku di tangannya. Dia tidak sendirian. Seorang gadis berparas cantik dengan tubuh mungil mengikutinya dari belakang.
Derap langkah Pak Rio tercampur dengan suara-suara bisikan para murid. Semua lelaki memandang gadis itu dengan tatapan memuja dan saling berbisik menebak-menebak siapa gadis itu. Para wanita juga tak kalah penasaran dengan kehadiran murid baru berparas cantik dengan kesan kalem itu.
"Semuanya diam, anak-anak!" ucap Pak Rio lantang.
Seketika suasana hening. Tak seorangpun siswa mengeluarkan sepatah kata. Mereka hanya menatap lurus ke depan. Memandang ke arah Pak Rio dan murid baru tersebut.
Gadis berambut brunette itu tertunduk malu karena menjadi pusat perhatian kelas. Sifatnya yang tertutup dan pemalu membuat gadis itu risih menjadi pusat perhatian.
Sangat berbanding terbalik dengan pemikiran lelaki dingin yang duduk di pojokan belakang tersebut, Levi.
Dirinya cuek dan tidak peduli dengan kehadiran murid baru itu walaupun sedari tadi semua orang sibuk membicarakannya. Dalam pikirannya, gadis itu hanya akan serupa dengan kebanyakan gadis-gadis cantik yang populer di SMA Taruna Nusantara, seorang attention seeker dan drama queen.
"Kita kedatangan murid baru hari ini, pindahan dari luar negeri. Nak, perkenalkan dirimu," ucap Pak Rio.
Para lelaki bersiul-siul saat gadis itu mengangkat kepalanya. Parasnya yang cantik dan manis membuat semua lelaki terpesona.
Terkecuali Levi. Dia tetap sibuk menorehkan goresan-goresan yang membentuk lukisan indah. Tak sedikitpun dia sedari tadi mengangkat kepalanya untuk sekedar melihat guru dan murid baru tersebut sekilas.
"Umm, hai. Aku pindahan dari Amerika. Namaku Danisha Aleandra Kejora, panggil aja Danish. Salam kenal," ucapnya lembut.
Suara lembut yang memasuki indra pendengaran Levi seketika membuat gerakan tangannya terhenti. Badannya langsung terasa kaku dan membeku. Kerongkongannya tercekat dan terasa kering.
Levi mengangkat kepalanya perlahan. Dia bisa merasakan jantungnya yang berdebar kencang serta darahnya yang berdesir hebat. Dan nafasnya terhenti saat matanya bertemu dengan mata milik gadis tersebut, Danish.
Tanpa mereka ketahui, hari itu adalah awal dimana Tuhan menuliskan skenario baru diantara mereka berdua.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Haii! This is my first story, maafkan gue kalo prolog nya emang sangat abal hehe.
Please leave vomment if you like it, thank you xxx
KAMU SEDANG MEMBACA
Time to Remember
Fiksi Remaja"Karena gue yakin, waktu akan mengembalikan semuanya. Waktu yang akan mengembalikan diri lo kepada gue. Waktu yang akan membuat lo menyadari semua hal ini. Waktu yang akan membuat lo terjatuh ke pelukan gue lagi. Ingatan mungkin hilang. Memori mungk...
