Kenapa harus gue.
Kenapa harus gue yang duduk di sebelah mantan sendiri -_- untung gue ga baper pas dia ngomong love you. Kenapa dia bisa ngomong gitu ya ke gue?(tapi suer, gue deg-degan pas dia ngomong itu)
Ya gue menghindar dengan ketus aja. Sok sibuk sama catatan gue tapi ga perhati'in guru. Pas gue hadap depan, selalu aja ada pasang mata yang ngelihatin gue, ups maksudnya mantan gue. Gue ga nangka dia bisa narik perhatian banyak banget orang terutama cewek-cewek.
Tik tok tik tok...
Pelajaran berlalu dengan damai. Kini, bel istirahat telah berbunyi dan hampir semua murid menghambur untuk keluar dari kelas.
"Hanaaaaaaaa!!!" Seru Dea menuju kepada gue. Gue tau, dia satu-satunya yang bisa gue andalkan sekarang. Dia sahabat yang gue percaya satu-satunya.
"Dea" Gumam gue pelan. Pelan banget.
"Iya apa hmm " Tanya Dea. Dia ga teriak-teriak lagi? Dea memang sahabat gue yang paling baik :'D
"Gini De. Lo tau mantan gue kan?" Jawab sekaligus tanya gue. Agak sedih sih. Apalagi dia itu mantan gue yang paling perhatian.
"Iya. Kabarnya dia pindah ke kelas ini ya. Haha kasian juga lo. Tadi si cogan main basket pas jam OR" Kata Dea. Oke, mending ngelantur gini daripada keinget yang tadi =O=
"Keren banget tau. Tapi gue juga sadar saingan gue banyak banget. Mereka juga cantik-cantik banget. Apalagi gue ga mungkin jadi pacarnya setelah tau dia udah dekat sama seseorang" paparnya, ada nada kecewa di dalamnya.
"Yahhhh, jangan pesimis gitu dong. Lo juga cantikkkk banget De. Dan mungkin juga, itu saudara perempuannya Rey. Masa belum apa-apa udah pesimis" gue memotivasi dia.
"Aww, thanks my bae. Gue balik dulu ya!!!" seru Dea. Oke dia harus balik lagi sekarang. Gimana bisa gue sendiri di kelas ini terutama bersama mantan yang bakal terasa aneh :[
Seperti anak manis, gue langsung duduk di tempat gue. Tangan gue bertumpu di atas meja yang terbuat dari kayu ini. Dan menahan muka gue dengan telapak tangan yang sikutnya udah diletakkan di meja Ribet amat wkwk
Dengan santainya, anak yang kalian sudah tau siapa yang gue maksud, berjalan sok manis menuju tempat duduknya. Dan masih bisa nyapa lembut ke gue. Walaupun gue gatau kenapa dia bisa baik banget.
"Hai non. Ngapain aja selama kagak ada gue? Ntar jalan bareng yuk" Ucapnya, Daniel. Gue ga salah denger tu?
"Nunggu lo selama yang gue bisa" Bisik gue dalam hati.
"Entah, gue ga enak sama mantan sendiri" Jawab gue mengenai ajakannya.
"Anggep aja gue sahabat lo ya. Gue minta maaf kalau dulu gue sudah mengecewakan lo. Gue minta maaf atas semua itu. Semoga lo menemukan yang lebih baik daripada gue" Jelasnya. Gue tertegun. Dia minta maaf ke gue. Padahal bukan gue dan dia yang salah. Yang salah adalah kesalahpahaman. Sekarang gue harus apa?
Sebagai tanggapan gue cuma mengangguk kecil di dalam kebisuan. Jangan sampai gue suka sama dia lagi. Atau mungkin bisa aja pada waktu yang gue gak tau kapan itu.
-------------------------------
A.N: Ah Uh hai!!!
Maaf kalau menurut kalian setiap partnya isinya pasti sedikit. Ya, memang begitulah. Soalnya author ga sabaran buat ngepost :V jadi yang sabar ya hahaha
YOU ARE READING
Aspettarsi Qualcosa
Random✖Love, life, sad ‼✖ Ketika Hana mendapatkan mantannya pindah ke kelasnya, dia ingin menjadikannya sahabat. Ayahnya selingkuh-tapi Hana tak tau pasti apakah ayahnya selingkuh atau tidak. Ibunya yang baik-tidak sebaik dugaannya. Kerjaan ibunya ternya...
