SEQUEL MINE Part 1 [Please, Don't Anggry Honey]

30.7K 719 27
                                    

TIKA POV
Aku merajuk.
Iya, aku merajuk karena ulah Sean.
Siapa lagi yang bisa membuat perasaanku naik turun bagai jet coster.
Dia baru saja mencari sekteratis baru, karena Lerry harus pergi bertugas ke Canada selama 1 minggu.

Oh ayolah, itu hanya satu minggu tapi Sean sudah bersikeras untuk mencari sekretaris baru.
Oke, aku bukan tipe wanita pencemburu.
Aku juga bukan tipe wanita yang akan marah cuma karena suamiku memiliki sekretaris wanita.
Tapi ini...
Argh, sudahlah.
Aku bahkan rasanya ingin membunuh sekretaris itu.
Dia berpakaian sangat minim dan hal itu membuat kedua payudaranya yang montok itu seakan ingin menyembul keluar.

Ya, sepertinya baju yang dikenakannya kurang bahan.
Kalau dia mau, aku bersedia memberikannya bajuku yang berlengan panjang dan yang pasti tidak ketat seperti baju yang di gunakannya.
Lagipula disinikan Alaska, cuaca disini sangat dingin tapi dia masih menggunakan baju seperti itu.
Oke, oke, aku tau kok kalau di dalam kantor ada penghangat ruangan.
Ya tapi tetap aja ngapain coba dia menggunakan baju yang begitu minim. Huh

Oke, untuk urusan baju aku tidak masalah.
Ukuran dadanya yang menggoda itu juga aku tidak masalah.
Dia yang lumayan cantik, juga tidak masalah.
Yang jadi masalah, suamiku ini.
Yah, seperti yang kalian ketahui.
Sean tipikal pria yang SETIA dan sudah pasti matanya tidak jelalatan.
Tapi barusan dia mengatakan bahwa kinerja sekretaris barunya sangat baik dan sekretarisnya membuat semangat kerjanya semakin naik karena selalu menyuguhi penampilan yang membuat libido naik.

See? You see, why Am I look so angry?
Bagaimana mungkin seorang SEAN bisa begitu mesum kepada cewek lain, SELAIN aku tentunya.
Aku benar-benar keki dibuatnya.
Awalnya kupikir dia hanya bercanda dan ingin membuatku cemburu.

Tapi foto yang barusan kulihat di handphonenya membuatku langsung berpikir bahwa suamiku ini sepertinya sudah bosan denganku.
Mungkin aku sudah terlalu tua baginya.
Apa lagi aku sudah memiliki 3 orang anak.
Ralat, kami sudah memiliki Kelvin, Deira dan Melvin.
Mungkin dia menginginkan daun muda, bukan aku yang sudah tua keropos ini.
Yah, memang penampilan tubuhku masih terlihat menarik dan tentu saja tidak banyak orang yang menyangka bahwa aku sudah 39 tahun lebih.

Tapi penampilan Sean pun begitu, dia masih sangat gagah dan yang pasti menarik.
Wanita mana yang tidak ingin bersanding dengan seorang pria mapan yang kaya raya.
Ralat, Sangat kaya raya.
Dan yang pasti ganteng dan baik hati.
Yah baik hati setelah sekian lama aku mengalami masa-masa yang kelam.
Oke, lupakan tentang masa lalu yang kelam itu.

Kembali ke topik awal dimana aku marah kepada Sean.
Oke, oke, kalian bisa mengatakannya cemburu.
Aku memang SANGAT jarang cemburu terhadap Sean, tetapi sebaliknya.
Sean setiap waktu bisa cemburu terhadapku.
So, aku juga boleh kan cemburu kepada suamiku sendiri.
Tidak ada undang-undang yang melarangku untuk cemburu dengan suamiku.

Seperti inikah rasanya cemburu?
Tidak enak, mengesalkan, sakit.
Iya, sakit.
Sakitnya tuh di sini #tunjukdada

Yang pasti aku tidak akan memaafkan Sean sebelum dia memecat sekretaris barunya yang genjen itu.
Sean juga ganjen, baru juga bekerja sama dengan sekretaris barunya selama 3 hari tapi sudah bilang lebih menyukai sekretaris wanita dibandingkan pria.

Menurutku Lerry 1000 kali jauh lebih baik dari pada si Merry itu.
Iuhhh, memikirkannya saja membuatku menjadi sesebal ini.

Aku terus menghindari Sean yang sedari tadi ingin menggapaiku dan aku tetap diam.
Suasa di ruangan ini benar-benar hening tanpa pembicaraan.

Hari sudah cukup malam, dan dia masih saja tidak mengerti bahwa aku membenci dirinya yang memuja-muja cewek lain.
Pokoknya aku kesal. Titik gak pakai koma.

MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang