hai...haii.. part ini aku kebut nihh, agar kalian yang merasa digantungin tidak di gantungin terlalu lama hehe.
jangan lupa komen atau vote cerita sebelumnya ya guyss...
happy reading.
----
Disya memandang alince yang sendari tadi belum membolehkan disya untuk mencicipi makanan yang mereka buat. Dilihatnya alince sejak tadi hanya sedikit-sedikit memandang jam tangannya lalu sedikit-sedikit berjalan ke kaca ruang tamu.
" ce udah boleh makan gak sih? Gue udah laper tau." Kata disya sambil membenturkan sendok kepiring yang didepannya.
" sebentar ya sya, sebentar lagi." Kata disya sambil tersenyum pada disya.
Kan bener perasaan gue, gue bilang apa pasti ada yang gak beres. Pasti dia ngundang pacar atau gebetannya. Pikir disya sambil melirik alince.
Drrrrtttt....drrrrtttt!
"Nah itu dia." Kata alince mendengar tombol bel apartemennya berbunyi.
Alince dengan semangat langsung berjalan kepintu. Disya penasaran siapa yang sejak tadi alince tunggu , yang tega-teganya membiarkan adiknya kelaparan demi menunggu orang yang menurutnya spesial.
Angga?!
Pandangan pertama yang disya lihat angga, lalu melirik ke arah alince untuk minta penjelasan.
" ayo ga duduk." Kata alince pada angga saat diruang makan.
Disya yang mendapat senyuman dari angga hanya membalas senyuman angga dan melirik sekilas ke alince.
Cihh... Seneng banget, ada apa sih ini? Gue disuruh jadi obat nyamuk? Angga sendiri? Emang levin kemana ko gak ikut? Cih, ngapain juga gw nyariin levin, ko jadi levin sih.pikir disya sambil memukul kepalanya pelan
" kenapa sya?" Tanya angga
" ah gak papa vin..eh ga maksudnya." Kata disya sedikit gugup karna kesalahan panggilan.
Alince dan angga yang mendengar disya salah menyebut nama angga dengan levin hanya tersenyum kepada disya yang membuat disya merasa malu dengan kejadian tadi.
" biasa ga, disya itu kangen sama levin." Goda alince yang berada di samping disya yang tempat duduknya berhadapan dengan angga.
"Apaan sih ce.." Galak disya. "Dia cuman TEMEN.oke!" Kata disya sambil menekankan kata teman.
" iya juga gak papa sya, kalo temen kan lama-lama juga bisa jadi cinta." angga langsung tersenyum sambil menatap alince.
"Cih..gaklah." Kata disya sedikit tertawa menghina.
Angga dan alince hanya tersenyum yang melihat tingkah laku disya yang tidak mau mengakui perasaannya , entah apa yang membuat disya menolak tentang perasaannya pada levin. Yang mereka lihat dari gelagat disya sih sebenernya disya ada rasa pada levin.
" kamu cantik lin." Kata angga beralih ke alince.
" makasih ga, kamu juga tampan ." Balas alince dengan malu-malu
Disya yang mendengar langsung bereaksi seperti seorang yang ingin muntah mendengar kata-kata itu , kenapa tidak? jelas-jelas disya merasa seperti obat nyamuk. Mau pergi dari sana juga disya sudah berdandan cantik banget sejak 2 jam yang lalu.
Bisa-bisanya gombal-gombalan depan gue, gak ngerti kali ya sakitnya kalo disini ada sendiri. Pikir disya sambil menatap kedua calon pasangan kekasih yang sedang beradu pandang.
YOU ARE READING
Just, Levin!
RomanceLevin dewanto adiptra, seorang vokalis band terkenal yang bisa di katakan vokalis paling tampan diantara yang lain. Disya putri gilberg, wanita belasteran yang sedang mengikuti jejak sang mama menjadi seorang model terkenal. Walaupun disya mengambi...
