Namanya Rio, remaja berusia 18 tahun yang duduk di bangku SMA kelas 3, memiliki wajah cantik, senyum manis, hidung kecil yang mancung, sepasang mata cerah, kulit putih bersih dan bibir tipis berwarna merah alami.
Tinggi Rio hanya 145cm, tubuhnya mungil tetapi memiliki pantat yang montok.
Karena penampilannya itu, banyak yang mengira Rio sebagai cewek, tetapi faktanya Rio cowok tulen yang memiliki kontol.
Rio adalah anak dari pasangan Rani dan Aryo, namun sayangnya setelah melahirkan Rio, Rani harus meregang nyawa, membuat Rio tumbuh tanpa pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, apalagi bapaknya Aryo menolak untuk menikah lagi dengan alasan masih mencintai Rani dan tidak ingin mengkhianatinya, karena itu Aryo fokus untuk membesarkan Rio seorang diri.
Sekilas Rio terlihat sangat normal, tidak berbeda dengan anak lainnya, tapi sebenarnya Rio menderita penyakit yang membuat perkembangan otaknya jauh lebih lambat dari anak seusianya.
Hal tersebut membuat cara berpikir Rio tidak jauh berbeda dengan anak kecil, tapi untungnya dibalik kekurangan itu, Rio adalah anak yang sangat cerdas, terutama dalam hal akademik, membuat sekolahnya tidak terganggu meski memiliki kekurangan.
Aryo sebagai seorang bapak tentu saja mengkhawatirkan anak satu-satunya itu, berkali-kali Aryo membawa Rio berobat ke rumah sakit, bahkan sampai keluar negeri hanya untuk menyembuhkan penyakit otak Rio, tapi sayangnya masih belum membuahkan hasil.
Pada akhirnya Aryo memilih memberikan perhatian lebih keada Rio, memastikan anaknya itu tidak salah dalam berpikir.
Untungnya Aryo adalah seorang saudagar terkaya di kampungnya, memiliki perkebunan, peternakan dan sawah berhektar-hektar, membuatnya tak perlu mengkhawatirkan masalah uang.
Aryo juga tidak perlu bekerja terlalu keras karena sebagian besar pekerjaannya di lakukan oleh orang-orang kepercayaannya, sehingga Aryo memiliki banyak waktu untuk menemani Rio yang memang tidak bisa jauh dari Aryo terkecuali jika sedang bersekolah.
Suatu malam, ketika Aryo sedang tertidur lelap, dia dikejutkan dengan Rio tiba-tiba berteriak hebat dengan matanya merah melotot dan raut wajah yang menunjukkan kemarahan luar biasa.
"Sudah saatnya untuk menepati perjanjian..." Rio menatap Aryo.
Aryo luar biasa panik dan mencoba menyadarkan anaknya. "Rio, sayang!? Ini bapak nak, kamu kenapa?"
"PERJANJIAN..." Rio berteriak kencang hingga membuat semua kaca di ruangan tersebut pecah dengan jendela yang semula tertutup rapat seketika terbuka lebar dengan angin yang berhembus kencang dan barang-barang yang berada didalam kamar bergetar hebat.
Seketika suasana berubah menjadi mencekam dengan Rio yang terus berteriak meraung murka.
Aryo terus saja menenangkan dan berusaha menyadarkan Rio, air mata sudah jatuh menetes membasahi wajah gantengnya.
Aryo baru berusia 35 tahun dengan tubuh tegap berotot, sepasang mata tajam, kulit sawo matang dan kumis tipis yang dicukur rapi, memancarkan pesona duda kerennya yang mampu membuat para perawan dan janda mengantri hanya untuk menggodanya.
"Sayang!? Rio, ini bapak nak. Sadar sayang, ini bapak..." Aryo gemetar ketakutan, khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepada anak semata wayangnya. "Rio... Sadar sayang... Sadar..."
"PERJANJIAN.... PERJANJIAN..." Rio terus berteriak sekuat tenaga, suaranya yang cempreng bercampur dengan lengkingan dari suara seorang wanita terus menggema memenuhi seisi rumah.
Teriakan itu bahkan sampai ke telinga seorang pria tua berusia 55 tahun yang tinggal dibelakang rumah utama.
Pria tua itu bernama Hasan, kepala pembantu yang sudah bekerja dan mengikuti Keluarga Aryo bahkan sejak Aryo masih kecil.
ESTÁS LEYENDO
Benih Para Pejantan 🔞
Ficción GeneralWARNING!? 🔞🔞🔞 INI CERITA GAY /LGBT /HOMO /YAOI /BOYS LOVE 🔞🔞🔞
