---
PARKIRAN SMA NUSA BANGSA JAM 3 SORE.
Panasnya minta ampun, aspal aja berasa lengket di sepatu. Raga Elvano lagi lari setengah mati sambil gendong tas ransel sobeknya dan nenteng kantong plastik hitam gede isinya gorengan sisa jualan ibunya. Keringet udah netes ke leher.
"Anjrit telat les, telat!" Raga ngomong sendiri sambil lari.
Raga gak liat depan karena sibuk ngeliatin jam tangan matinya, dan di depannya ada motor gede hitam doff yang parkir seenak jidat makan dua slot parkir.
BRAKK!
Kantong plastik itu robek seketika. Minyak anget, tempe, bakwan, tahu isi, semua tumpah dan muncrat tepat di atas tangki sama jok motor itu. Motor yang tadinya kinclong jadi berminyak dan bau bawang goreng.
Raga langsung bengong, mulutnya kebuka. "Astaga..."
Suara berat dari belakang bikin Raga merinding. Zidan Aldebaran udah berdiri di sana, jaket kulitnya nyantol di pundak, kemeja sekolahnya berantakan. Di belakang Zidan ada empat anak Diamond yang ikut ngeliatin.
Zidan jalan pelan ke motornya, dia jongkok dan ngambil satu bakwan yang nempel di joknya pake dua jarinya dengan muka jijik.
"Lu tau ini motor apa?" tanya Zidan pelan tapi nadanya ngancem.
Raga panik dan langsung jawab "So-sorry, gue gak sengaja, sumpah gue buru-buru, gue gak liat motor lu di situ!"
Zidan berdiri dan bilang "Ducati custom. 200 juta. Baru kemarin gue ambil dari bengkel."
Muka Raga langsung pucet. Raga bilang "200 juta? Gila..."
Zidan ketawa miring. "Iya. 200 juta. Mau ganti pake apa?"
Raga bilang dengan suara gemeter "Gue ganti rugi deh, tapi jangan 200 juta, gue gak punya uang sebanyak itu, biar gue cuciin aja sampe bersih, beneran!"
Zidan bilang "Cuciin? Lu kira ini motor bebek?"
"Terus lu mau apa!" tanya Raga agak ngegas karena udah takut plus malu.
Zidan mendekat, jarak mereka tinggal sejengkal. Raga bisa nyium parfum mahal Zidan yang nyengat. Zidan bilang "Gampang. Jadi babu gue satu bulan. Apa yang gue suruh harus lu lakuin."
Raga langsung kaget dan bilang "Enak aja! Lu yang parkir sembarangan makan dua slot, salah lu sendiri!"
Salah satu anggota Diamond yang di belakang Zidan langsung maju dan bilang "Woy bocah, jaga mulut lu! Ini Zidan ketua Diamond!"
Tapi Raga gak peduli, Raga bilang dengan lantang "Mau ketua geng motor kek, anak presiden kek, kalau salah ya tetep salah!"
Zidan malah ketawa kecil dan bilang "Menarik."
"Apanya yang menarik?" tanya Raga sewot.
Zidan tiba-tiba narik kerah seragam Raga dengan kasar sampe Raga ketarik ke depan. Zidan bilang "Denger ya, cantik. Mulai besok kalau lu telat satu menit aja ke kelas gue, gue bikin hidup lu gak tenang di sekolah ini. Gue bisa bikin beasiswa lu dicabut."
Raga langsung diem. Kata beasiswa itu kayak bom buat Raga.
"Lu ngancam gue?" tanya Raga dengan suara nahan nangis.
Zidan bilang "Gue gak ngancam. Gue ngasih pilihan. Satu bulan jadi punya gue, atau besok lu angkat kaki dari sekolah ini."
Zidan nanya "Nama lu siapa?"
Raga jawab ketus "Gak usah tau!"
Zidan langsung ngelirik name tag di dada Raga dan bilang "Oke, Raga Elvano kelas 11 IPS 2, gue inget."
Abis itu Zidan naik ke motornya yang masih berminyak itu tanpa peduli dan ngegas pergi dengan suara knalpot keras ninggalin Raga yang masih berdiri mematung di parkiran sambil megang kantong plastik robek.
Raga teriak kenceng di parkiran "Anjing! Manusia sombong!"
Semua orang yang ada di parkiran langsung ngeliatin Raga kayak ngeliat orang gila yang berani maki Zidan Aldebaran.
---
BESOK PAGINYA. KELAS 11 IPS 2. JAM 6.30.
Raga dateng pagi banget biar gak ketemu Zidan, dia duduk di paling belakang dan pura-pura tidur di meja.
Jam 7.15 bel masuk bunyi. Pintu kelas IPS 2 kebanting keras sampe semua orang kaget.
Zidan masuk. Padahal Zidan anak IPA 1, tapi dia masuk ke IPS 2 dengan santainya.
Wali kelas IPS 2 yang lagi siap ngajar langsung diem dan nanya "Zidan? Kamu nyari siapa? Ini kelas IPS 2..."
Zidan jawab santai "Nyari babu saya, Bu."
Mata Zidan langsung ngunci ke Raga yang pura-pura tidur di belakang. Zidan jalan pelan ke bangku belakang, dia ngetok meja Raga pake buku.
"Bangun," kata Zidan.
Raga gak gerak, masih pura-pura tidur.
"Raga," panggil Zidan sekali lagi.
Raga tetep diem.
Zidan senyum, terus dia tarik kursi Raga dengan kenceng sampe Raga hampir jatuh.
"Woy! Apa sih!" Raga kaget dan langsung berdiri.
Satu kelas langsung hening ngeliatin mereka.
"Ngapain lu kesini!" tanya Raga.
"Lu lupa janji? Mulai hari ini lu punya gue," jawab Zidan.
"Gue gak pernah janji apa-apa!" kata Raga.
Zidan cuma bilang satu kata "Beasiswa."
Raga langsung lemes seketika. Raga nanya dengan suara pelan "Mau apa lu sekarang..."
Zidan duduk di kursi kosong sebelah Raga, kakinya naik ke atas meja dengan arogan. Zidan bilang "Gue laper. Belinin roti sama susu di kantin. Pake duit lu."
"Lu kaya tapi minta dibeliin pake duit gue?" tanya Raga kaget.
"Ya. Biar adil. Kan motor gue lu kotorin," jawab Zidan.
Raga ngeremas ujung seragamnya, duit di sakunya cuma 15 ribu. Tapi Raga gak ada pilihan, akhirnya Raga jalan keluar kelas dengan muka merah nahan malu.
Lima menit kemudian Raga balik bawa roti dan susu kotak, dia banting roti itu ke meja Zidan dan bilang "Nih! Ambil!"
Zidan ngeliat rotinya dan bilang "Suapin."
"Apa? Nyuruh nyuapin?" tanya Raga.
"Iya. Babu kan harus nyuapin tuannya," jawab Zidan.
Satu kelas langsung heboh dan bilang "Hah?"
"Gak mau!" tolak Raga dengan tegas.
Zidan berdiri, dia deketin telinga Raga dan bisik pelan cuma mereka berdua yang denger "Mau gue teriakin di sini kalau lu anak beasiswa miskin yang numpahin gorengan ke motor gue dan gak bisa ganti rugi 200 juta? Mau semua orang tau?"
Raga gemetaran, air matanya udah mau netes. Akhirnya Raga pelan-pelan buka bungkus rotinya dengan tangan gemeter dan nyuapin roti itu ke mulut Zidan sambil bilang "A..."
Zidan gigit roti itu sambil matanya natap mata Raga yang berkaca-kaca, Zidan sengaja jilat jari Raga pelan.
"Jijik!" Raga langsung narik tangannya dengan muka merah.
Zidan ketawa puas dan bilang "Manis."
Zidan berdiri, dia ngerangkul pundak Raga dari belakang di depan satu kelas dan bilang ke semua orang "Denger semua ya. Mulai hari ini, Raga ini punya gue. Siapa yang berani nyentuh dia, berurusan sama Diamond."
Abis ngomong gitu Zidan pergi ninggalin Raga yang langsung duduk dan nunduk nahan tangis, air matanya netes satu-satu ke meja.
Teman sebangku Raga, Sinta, bisik pelan dan nanya "Raga... lu gak apa?"
Raga jawab pelan "Gue gak apa..." padahal di dalam hati Raga bilang gue benci dia, gue bener-bener benci Zidan Aldebaran.
Di luar kelas, Zidan lagi senyum-senyum sendiri sambil megang jarinya yang tadi abis jilat jari Raga, jantung Zidan deg-degan gak jelas. Zidan ngomong dalam hati "Cantik banget kalau nangis. Harus punya gue seutuhnya."
STAI LEGGENDO
MILIK KETUA DIAMOND
Narrativa generale> Raga Elvano gak pernah nyangka hidupnya bakal hancur cuma karena gorengan. > Gara-gara numpahin minyak ke motor custom 200 juta milik Zidan Aldebaran - ketua Geng Motor DIAMOND paling ditakuti se-sekolah, anak pengusaha kaya raya yang terkenal bre...
