Sunoo memiliki tiga kakak laki-laki yang sangat protektif.
Jay, Sunghoon, dan Jake selalu berusaha menjaganya dari apa pun yang mereka anggap berbahaya.
Masalahnya, Sunoo cuma ingin hidup seperti anak-anak seusianya.
Lalu, sampai kapan tiga kakaknya...
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Sunoo tengah asyik bermain di taman bersama kedua temannya. Mereka berlarian, bermain kejar-kejaran. Terik matahari sama sekali tidak melunturkan kesenangan mereka untuk tetap bermain.
"PARK SUNOO!!!"
Sunoo menoleh kaget mendengar namanya diteriakkan begitu keras. Ia menghentikan langkahnya ketika melihat Jay berdiri beberapa meter darinya dengan napas yang masih terdengar berat.
"Kak Jay..." Sunoo menatap mata kakaknya yang memerah, tubuhnya seketika mematung ditempat.
"Sudah Kakak bilang, pulang sekolah langsung ke rumah. Jangan pergi seenaknya."
Tangan Jay langsung meraih tangan Sunoo. Tidak kasar, tetapi cukup membuat tubuh adiknya yang ringkih tertarik mengikutinya.
"Aku mau main sebentar aja, Kak. Nggak sampai sore."
"GAK BOLEH!! PULANG SEKARANG!!!"
Sunoo terdiam. Melihat Jay yang semakin marah, ia akhirnya mengurungkan niat untuk tetap bermain bersama kedua temannya.
"Wonnie, Ni-ki, aku pulang duluan."
"Iyaaa, sampai ketemu besok!" Jungwon dan Ni-ki melambaikan tangan bersamaan pada Sunoo yang sudah dibawa pergi oleh kakaknya.
Sepanjang perjalanan, Sunoo terus menggerutu dengan wajah cemberut, sementara tangannya sesekali memukul kursi untuk melampiaskan kekesalannya.
"Kenapa Kak Jay marah banget? Aku kan cuma main sama temen. Tadi sekolah pulang lebih cepat, jadi aku main dulu."
"Kakak nggak marah, Sunoo."
"Tadi Kakak bentak aku. Kakak marah. Aku benci sama Kakak. Main aja nggak dibolehin," cercanya lagi.
Jay hanya mengembuskan napas pelan. Ia tahu dirinya memang sudah kelewatan. Tadi dia membentak Sunoo di depan teman-temannya, bahkan langsung memaksanya untuk pulang.
Tapi Jay terlalu khawatir. Ketika datang menjemput Sunoo ke sekolah, adiknya itu tidak ada di sana. Ia sudah menghubungi Sunghoon yang berada di rumah, dan ternyata Sunoo memang belum pulang.
Hal itu membuat Jay panik sampai akhirnya ia menemukan Sunoo sedang bermain di taman. Melihat adiknya baik-baik saja seharusnya membuatnya lega, tetapi yang keluar justru bentakan.
"Maafin Kakak, ya." Suara Jay sudah melunak. "Kakak tadi khawatir. Adik nggak ada di sekolah, padahal biasanya adik nungguin Kakak buat jemput."
Sunoo masih diam. Bibirnya semakin mengerucut, kedua tangannya terlipat di dada, enggan melihat mata kakaknya.
Jay melirik sekilas, helaan napas kembali terdengar. Kemudian dia mengusap rambut sang adik hingga beberapa helai rambut Sunoo menjadi sedikit berantakan.
"Hari ini Kakak bolehin adik makan es krim, tapi adik jangan marah lagi, okay?"
Sunoo akhirnya menoleh. Mata Sunoo langsung berbinar. Kesempatan seperti ini jarang sekali diberikan kakaknya.