Bab 1 : lonceng ketiga

10 2 0
                                        

Pagi di pulau itu selalu datang bersama suara ombak.

Bukan suara alarm.

Bukan suara kendaraan.

Bukan pula suara hiruk-pikuk kota yang pernah Alya dengar ketika sesekali pergi ke Ambon.

Di tempat ini, pagi dimulai ketika matahari perlahan muncul dari balik laut dan suara perahu nelayan terdengar dari kejauhan.

Alya Maheswari membuka jendela kamarnya.

Angin asin langsung menerpa wajahnya.

Rambut panjangnya yang belum sempat diikat bergerak berantakan.

Dia menghela napas sambil menatap laut.

"Pagi lagi..."

Kalimat itu terdengar seperti keluhan.

Padahal Alya tahu, diam-diam dia menyukai tempat ini.

Pulau kecil itu sudah menjadi rumahnya selama dua puluh tiga tahun.

Rumah sederhana yang berdiri tidak jauh dari pantai.

Rumah peninggalan ayahnya.

Rumah yang sekarang hanya ditempatinya bersama ibunya.

Alya berjalan menuju dapur.

"Ibu?"

Tidak ada jawaban.

"Ibu?"

Suara dari halaman akhirnya terdengar.

"Di belakang!"

Alya keluar.

Ibunya sedang menjemur pakaian.

"Baru bangun?" tanya sang ibu tanpa menoleh.

"Iya."

"Sudah jam tujuh."

Alya tertawa kecil.

"Ibu kenapa pagi-pagi sudah marah?"

"Siapa yang marah?"

"Wajah Ibu begitu."

Ibunya akhirnya menoleh.

"Kalau kamu terus tidur sampai siang, nanti laut juga bosan lihat kamu."

Alya terkekeh.

Begitulah kehidupan mereka.

Sederhana.

Tidak banyak hal menarik.

Setidaknya selama ini.

Setelah membantu ibunya menjemur pakaian, Alya pergi ke pasar kecil di tengah kampung.

Dia melewati jalan sempit yang diapit rumah-rumah kayu.

Beberapa orang menyapanya.

"Pagi, Alya!"

"Pagi!"

"Ke pasar?"

"Iya."

"Titip cabai kalau ada!"

Alya mengangguk.

"Siap!"

Semuanya terlihat normal.

Namun ada satu hal yang selalu membuat Alya merasa aneh.

Setiap kali pembicaraan menyangkut laut, orang-orang tua di kampung akan berubah diam.

Terutama jika seseorang menyebut malam ketiga.

Alya tidak pernah memahami kenapa.

Dulu, ketika masih kecil, dia pernah bertanya kepada ibunya.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Sep 03 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

orang asing dari lautHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora