Jam pukul enam sore waktu yang seharusnya para guru pulang kerumah nya masing masing tapi tidak dengan Shafa. Airana Shafa vanesa adalah seorang guru honorer yang mengajar matematika disalah satu SMA di jakarta,
Kini shafa sedang berada di ruang guru sambil menatap layar laptop di atas meja kerjanya yang penuh dengan tumpukan lembar ujian siswa SMA yang belum selesai dikoreksi. Suasana ruang guru sore itu sudah sepi, menyisakan suara dengung pendingin udara dan rintik hujan di luar jendela.
Di layar laptop nya ia baru saja menerima email yang berisi surat penerimaan (LoA) S2 impiannya, Dengan tangan yang gemetar belum siap menerima hasil dari isi surat itu ia takut jika hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapan.
Shafa menghela nafas panjang, mencoba untuk tetep yakin apa pun itu hasilnya.
Jarinya berhenti di atas trackpad.
Bagaimana kalau ini email penolakan? Dua tahun bimbel, begadang, ngajar sampe jam 6 sore...
Akan sia sia.
Dengan napas tertahan dan mata terpejam ia klik.
"Dengan ini kami sampaikan bahwa anda dinyatakan LULUS"
Email resmi itu berisi ucapan selamat atas kelulusannya di program Magister Pendidikan impiannya. Sebuah pencapaian yang ia perjuangkan mati-matian selama dua tahun terakhir.
"Alhamdulillah" Bisiknya, air mata nya tak terbendung ia menangis melihat hasil perjuangan nya. "akhirnya... dapat juga ga sia sia perjuangan ku".
Tanpa berpikir panjang ia langsung mengambil gawai yang tersimpan diatas meja. Ia menghubungi ayah nya untuk memberikan bahwa dia bisa masuk di PTN impian nya.
Panggilan pertama. Nada tunggu.
Panggilan kedua. Langsung ke pesan suara.
"Pada kemana sih..." gumamnya.
Jantungnya mencelos. Biasanya ayah paling cepat angkat kalau soal dia.
Namun entah kenapa panggilan nya kali ini tidak ada jawaban oleh sang ayah, "kok tumben banget ayah ga angkat teleponku" Dengan wajah kesel dia merapikan semua barang lalu berangkat pulang. Ia pikir lebih baik memberitahukan kedua orang tua nya secara langsung saja tidak melalui telepon.
Pukul tujuh malam ia tiba dirumah. Walau ia masih merasa kesal karena telepon nya tidak diangkat ia mencoba menghilangkan rasa kesal itu karena ada hal yang lebih bagus untuk diutarakan.
Memasuki ruang tamu, hawanya beda.
Nggak ada TV. Nggak ada candaan.
Ayah duduk paling ujung, wajahnya datar. Bunda meremas ujung mukenanya.
Bang Ahmad dan Mbak Rani saling pandang. Rasanya seperti ada sesuatu yang baru saja diperdebatkan yang membuat suasananya mencekam.
"Assalamu'alaikum aku punya kabar bagus tauu! Mau denger ?" Ucapnya girang
"Shafa duduk, ayah mau bicara sedikit" Ucap ayah datar.
"Okee, tapi aku mau ngasih berita bagus dulu. Boleh yaa? Aku yakin kalian semua bakal seneng".
" Ya sudah silakan kamu mau ngomong apa sih nak" Jawab bunda dengan lembut.
"Hehehe jadi tadi aku baru dapat e-mail kalo aku KETERIMA S2!" ucapnya senang. Matanya berbinar.
"Shafa...
Selamat atas keterima nya kamu. Tapi maaf kalo kali ini ayah mengganggu hari bahagia kamu. Hari ini ada yang perlu ayah sampaikan ke kamu" Ujar ayah.
Jantung shafa berdebar.
"Kabar apa yah?" Katanya pelan.
"Ayah sudah menjodohkan kamu dengan salah satu anak dari teman TNI ayah" Ujar ayah datar.
"Apa... apa maksud Ayah?" tanyanya gagap.
"Ayah nggak pernah minta banyak dari kamu, Shafa," sahut Ayah tenang namun penuh penekanan. "Kamu sudah dua puluh sembilan tahun. Kariermu sebagai guru honorer sudah cukup, sekarang saatnya kamu buka lembaran baru. Pria ini pilihan Ayah terbaik."
"Tapi Shafa baru aja keterima S2, Yah! Ini mimpi Shafa dari dua tahun lalu!" Suara Shafa bergetar, air mata bahagia yang tadi menetes kini berganti jadi raut kekecewaan yang mendalam.
"Kamu tetap bisa S2, asal ada suami yang mendampingi dan menafkahi kamu," tegas Ayah berdiri dari kursinya.
"Pikirkan baik-baik. Bulan depan kita akan bertemu dengan keluarga pratama. Kalau kamu menolak, simpan LoA itu di dalam lemari dan lupakan mimpi S2-mu."
TBC
YOU ARE READING
Di Antara Gelar dan Resah
RomanceMenjadi guru di usia dua puluh sembilan tahun membuat Shafa terbiasa memegang kendali atas hidupnya. Namun, sebuah syarat mutlak dari keluarganya meruntuhkan seluruh rencana Beasiswa S2 impiannya baru akan disetujui jika ia menerima perjodohan. Mas...
