That Young Man

26 11 0
                                        

Rendra Kusuma, pemilik manajemen tempat Aura bernaung, Elven, tersenyum puas saat menatap video yang memperlihatkan foto Aura yang dipajang di mega billboard. Tak cukup sampai situ, foto dengan konsep anggun tetapi misterius, di mana Aura memakai baju tidur satin merah dan telentang di atas bulu-bulu putih lembut dengan wajah menjauhi kamera viral hingga mancanegara. Bahkan, tiga brand baju tidur yang diincar Rendra justru berlomba memperrebutkan foto tersebut, sekaligus hak atas kontrak Aura sebagai Brand Ambassador. Masing-masing menawar dengan harga tinggi.

Kayla yang merupakan manajer Aura sekaligus istri Rendra, masuk ke dalam ruangan sang suami sambil membawa beberapa lembar dokumen. Wajahnya juga berseri-seri. Dua minggu berlalu setelah sesi potret Aura yang menghasilkan foto luar biasa itu. Kesan mahal, anggun, misterius, tetapi menyimpan kerinduan ditampilkan oleh sorot mata dan ekspresi wajah Aura di foto tersebut.

"Gimana?" tanya Kayla sambil meletakkan dokumen-dokumen tersebut di atas meja Rendra. "Mau pilih yang mana?"

"Plum nawar paling tinggi. Tapi, dia brand lokal dan jangkauannya cuma di Indonesia." Rendra mengetuk salah satu dokumen. Kemudian, dia mengambil dokumen yang lain. "Rossie menawar paling tinggi kedua, tapi pangsa pasar dia sampai di Asia." Rendra melirik dokumen lain di sebelah kiri sikunya. "Lizzie paling rendah, lagian juga kalah jual kalau sama Rossie."

Kayla memiringkan kepala, masih berdiri di depan meja kerja suaminya. "Jadi, Rossie?"

Rendra menatap istrinya sambil mengelus dagu. Kemudian, dia tersenyum tipis dan mengangguk. "Bukannya ini saat yang tepat buat Aura dikenal lebih luas? Rossie menawarkan kontrak BA di Asia Tenggara. Ini juga udah waktunya dia terjun di dunia akting."

Kayla tersenyum sambil mengangguk, lalu dia duduk di kursi depan meja kerja Rendra, menyilangkan kaki dan menatap intens suaminya. "Ada dua tawaran casting. Yang satu sebagai antagonis, satu lagi sebagai tokoh pendukung, sahabat tokoh utama, second couple."

Rendra mengerutkan kening. "Skip yang antagonis. Sebagai awalan, aku pengen Aura dapat peran yang memiliki kesan baik. Wajahnya udah antagonis, jangan bikin publik makin mem-framing dia jadi orang jahat."

Kayla tertawa geli, tetapi akhirnya mengangguk paham. "Jadi, is that okay kalau dia di support role?"

Rendra mengangguk mantap. "Emang kita harus nyari jalan kecil dulu buat nganterin dia ke jalan yang lebih besar dan pelan-pelan naik ke atas. Tema cerita yang itu juga ringan, kan? Aura enggak bakal kesulitan. Apalagi lawan mainnya sebagai second couple juga lagi naik daun. Akan lebih menarik kalau visual mereka yang sama-sama menarik bisa jadi konsumsi publik yang mengenyangkan."

"Siapa, sih?" tanya Kayla, mendadak penasaran. "Apa udah diputuskan?"

Rendra mengangguk. Dia menyodorkan sebuah amplop cokelat besar pada Kayla yang langsung menerima, lalu membukanya. Dua buah kertas tawaran casting dan satu bendel script cerita.

"Kevin Juan. Yang lagi digandrungi, dipanggil Oppa Korea. Kemungkinan dia yang bakal ambil peran itu."

"Wow!" Kayla langsung tersenyum cerah. "Aura yang mirip cewek Jepang imut dan berbadan mungil, bakal cocok sama Kevin yang berwajah ala Oppa Korea dengan badan tinggi tegap. Their height different bisa jadi hit di publik."

"Apalagi kalau keduanya cinlok." Rendra tiba-tiba mengeluarkan perkataan iseng. Namun, mendadak suasana hening. Lelaki itu saling tatap dengan Kayla.

"Apa perlu dibikin? Biar naikin popularitas Aura sekaligus series yang akan mereka bintangin." Kayla berkata dengan pelan.

Rendra berpikir dalam diam, cukup lama. Sampai akhirnya dia tersenyum tipis. "Akan coba aku hubungi manajemen si Kevin. Kalau masalah Aura, kuserahin ke kamu, Bebe."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 16 hours ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Fly AwayStories to obsess over. Discover now