ORIGIN

10 2 0
                                        

Chapter 1 New world ???

Rasa dingin yang menusuk tulang adalah hal pertama yang menyadarkanku.


Bukan dinginnya udara AC kantor atau embun pagi kota modern yang biasa kukenal, melainkan bau amis darah yang mengental, paduan tanah basah, dan aroma tembaga yang membakar tenggorokan. Saat kucoba membuka mata, penglihatanku tidak menampilkan langit-langit kantor atau layar hitam monitor tempat aku mengetik ribuan baris coding beberapa saat lalu. Yang ada hanya kegelapan dinding batu yang lembap dan sebilah pedang besi retak yang tergeletak di sampingku.


[PERINGATAN: TANDA VITAL KRITIS]

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

[PERINGATAN: TANDA VITAL KRITIS]

[HP: 7/100]

[STATUS SISTEM: PENDARAHAN INTERNAL PARAH]


Aku Batuk keras, memuntahkan cairan pekat bernoda merah ke tanah. Otakku menjerit kesakitan-bukan hanya karena luka di dada tubuh asing yang kutempati ini, tetapi juga karena serbuan memori asing yang saling bertabrakan secara paksa.Aku mengingat kehidupan modernku, jam lembur, dan sebuah benda kecil berbahan logam bentuknya mirip flashdisk, berukuran kecil Dan memiliki struktur luar yang keras Dan tahan banting, aku sempat mengira ini jenis flashdisk baru milik rekan kantorku, sebelum kilatan cahaya putih membutakan ku rasanya seperti terkena flash bang di dalam video game dalam keadaan buta sensasi radiasi yang membakar kepala. Namun di saat yang sama, ingatan milik pemuda ini-seorang petualang pemula yang mengikuti ekspedisi kenaikan tingkat tewas disergap monster di lantai bawah Dungeon ini-ikut Samar Samar muncul kabur di kepalaku.Memori sebelum kematian ini masih terputar jelas.


Party pemuda ini-yang seluruhnya berisi petualang muda belum berpengalaman-disergap oleh kawanannya di atas sebuah jembatan batu sempit yang melintasi jurang dungeon. Musuh mereka adalah Serigala Berbulu Besi. Secara individu, satu ekor serigala ini hanyalah monster Ancaman Individu. Namun, karena mereka berburu dalam jumlah kelompok yang banyak, tingkat bahayanya melonjak drastis menjadi Ancaman Tingkat Kota.


Pemuda ini tidak pernah tahu bagaimana nasib tragis rekan-rekan satu timnya. Satu-satunya hal yang ia ingat adalah saat ia nekat berdiri di tengah jembatan, pasang badan menahan serudukan brutal dari pemimpin serigala demi memberi jalan melarikan diri bagi yang lainSayangnya, benturan keras itu menghancurkan pertahanannya. Tubuhnya terlempar melintasi pembatas jembatan dan jatuh bebas ke dasar dungeon yang gelap. Hantaman batuan keras di lantai paling bawah itulah yang meremukkan tulang rusuk serta membuat sekujur tubuhnya sekarat-sebelum akhirnya jiwaku terlempar dan mengisi raga yang hampir menjadi mayat ini...Suara langkah kaki berat yang menyeret terdengar bergema, diikuti dentingan dan gemericik logam yang saling bersentuhan di atas batuan basah tak jauh di depanku. Dari balik kegelapan lorong dasar dungeon, sepasang mata merah menyala menatapku penuh amarah. Itu adalah Serigala Berbulu Besi yang tadi menyerudukku. Aku baru menyadari bahwa kami berdua ternyata jatuh bersamaan dari atas jembatan batu

REWRITE THE FANTASYStories to obsess over. Discover now