Lubang

129 9 3
                                        









🍭🍭🍭


Kehidupan yang nyaris sempurna tentu saja adalah hal yang paling diinginkan setiap orang.

Ya, mungkin itu saja sudah cukup.

Aku memiliki segalanya dalam hidup.

Cantik? iya

Kaya? iya

Populer? iya

That's so everything. But sometimes... there's a big hole inside me, only i know.

Aku tidak tahu dimana letak kurangnya. Atau dimana salahnya.

Aku... hampir memiliki segalanya.

Sejak kuliah dulu semua hal terlalu mudah untukku, karena aku bukan hanya cantik tapi juga pintar. Ya, sebut saja aku NPD maksimal. Nyatanya, ya memang seperti itu.

Hampir semua hal yang aku inginkan bisa di dapatkan dengan mudah. Dan... mungkin itu juga letak salahnya. Karena terlalu mudah aku menjadi merasa ada lubang besar di dalam diriku.

Tidak ada gairah.

And... adrenalin? never felt that shit.

"...haaahhhh..."

Aku menyenderkan punggungku ke kursi kebesaranku sambil menghela nafas berat.

Pekerjaan...? aku hampir ahli dalam semua hal.

Tidak ada yang buruk. Aku adalah penerus usaha yang diwariskan secara turun-temurun.

Yap! aku juga mendapatkan privilege itu.

Sekarang... kalian setuju 'kan jika hidupku terlalu mudah?

Aku beranjak untuk masuk ke ruangan pribadi. Pintu rahasia yang terhubung dengan ruang kerjaku. Saat pintu terbuka, rak-rak kayu menjulang tinggi dan berukuran besar mengelilingi hampir keseluruhan ruangan rahasia itu.

Di dalamnya terdapat banyak botol dengan ukuran-ukuran berbeda.

Koleksi minuman Anggur yang selalu aku banggakan.

Bukan ratusan... mungkin ribuan?

Aku telah mengumpulkannya sejak remaja. Beberapa adalah warisan dari keluarga, bahkan ada Wine yang usianya lebih tua daripada usiaku.

Tolong jangan salah paham, bukannya aku pecandu minuman beralkohol. Tapi nyatanya ini adalah pekerjaan yang aku teruskan secara turun-temurun di dalam keluargaku.

Ya, Estate Winery.

Bisnis yang bergerak dalam produksi, pengolahan, hingga distribusi minuman Wine yang dibuat dari fermentasi buah Anggur.

Awalnya Kakek dari Kakekku, memiliki perkebunan Anggur kecil. Karena hampir secara turun-temurun keluargaku adalah penikmat minuman Wine. Ayahku pernah menceritakannya padaku, jika awal dari sebuah kesuksesan ini karena nenek moyang kami yang berhasil membuat Wine secara tradisional.

Dan resep itu diberikan secara bertahap hingga ke generasi Kakekku, beliau memanfaatkan kebun kecil itu untuk berbisnis.

Di China, bisnis kecil itu mulai berkembang dan sampailah di generasiku sendiri. Keluarga kami yang dulunya hanya memiliki perkebunan kecil di China bisa mendapatkan lahan di Perancis bahkan Italia.

Dan itu bukan lagi menjadi bisnis kecil, tapi bisnis besar yang menghasilkan berbotol-botol Wine dengan kualitas Anggur terjamin. Yang di produksi dan distribusi dengan skala global.

Beruntungnya, aku hampir hanya menikmati tanpa banyak perjuangan. Tapi siapa yang tahu, bahwa mempertahankannya ternyata lebih sulit.

Aku telah menetap di Korea hampir empat tahun dari sekarang. Karena... yap, aku sedang mengembangkan sayap ke bagian Asia timur. Khusunya Korea sendiri agak sulit untuk masuk ke bisnis Wine yang mana negara mereka sendiri hampir memiliki budaya minum-minum. Tapi— secara tradisional.

LOLLIPOP🍭 | NINGSELLE SHORT STORYStories to obsess over. Discover now