We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

32. Lelah di Terpa Rasa

21 6 0
                                        

Ferdinand menatap sedih, menyadari bahwa segala usaha yang ia rencanakan dengan matang berakhir sia‑sia hanya karena perlakuan Safira kepadanya. Kecewa, tentu saja. Bahunya merosot, seolah kehilangan tenaga, sementara jemarinya menggenggam ponsel dengan lemah, tak tahu harus berbuat apa.

Namun di balik getir itu, ia justru merasa cintanya semakin tulus-lahir dari benih kecil yang dulu tumbuh lewat dunia roleplay. Senyum getir sempat muncul di sudut bibirnya, cepat memudar bersama tatapan kosong yang menembus ruang hampa.

Kini, semua kembali lagi pada kenyataan: kemungkinan untuk benar‑benar bersama terasa begitu kecil. Hanya tersisa sudut tipis untuk belajar mengikhlaskannya, meski di dalam hati masih tersimpan mimpi besar-mimpi untuk berpindah dari dimensi virtual menuju dimensi nyata yang sesungguhnya.

Cahaya senja perlahan memudar, meninggalkan bayangan panjang di jalanan. Suara motor tua yang semakin menjauh terdengar seperti gema perpisahan, menekankan jarak yang kian nyata di antara mereka. Ferdinand hanya terdiam, membiarkan angin malam membawa sisa harapan yang tak sempat ia genggam.

Yang terbayang bukanlah sebuah kencan manis, melainkan kencan yang menyesakkan. Saat Safira pergi, Ferdinand melepaskan jasnya dengan lesu, lalu termenung di salah satu meja yang sengaja ia reservasi-menghadap taman, tepat di sudut di mana sang surya tenggelam, agar keemasan senja bisa ia nikmati.

Namun kali ini ia baru menyadari, senja justru membuatnya membenci. Walau indah, peristiwa itu hanya sementara. Sama seperti kisahnya yag sudah terjalin lama bersama Safira: tapi sayangnya dalam ruang yang melibatkan perasaan nyata, tapi dunia sementara dan pada akhirnya hanya bisa dinikmati sebentar, lalu bosan, dan akhirnya dilupakan.

****

"Najis. Ngapain sih ngaku‑ngaku jadi hubbie yang lucu, imut, menggemaskan."

Umpatan itu meluncur di sela Safira yang masih mengendarai motornya. Ia sudah kembali mengambil arah pulang menuju kost. Angin malam menerpa wajahnya, membawa rasa jengkel yang belum reda, seolah setiap deru motor menegaskan betapa muaknya ia pada pertemuan barusan.

"sungguh polisi ngeselin itu bikin rusak suasana indah gue aja, anjir dah."

Namun di balik sepersekian umpatan dan jarak yang semakin menjauh dari sosok polisi itu, Safira belum menyadari satu hal: bahwa polisi tersebut dan hubbie-seseorang yang begitu spesial di dunia virtual-sebenarnya adalah orang yang sama.

Pikirannya semakin kacau, tak mampu fokus saat mengingat kejadian tadi. Ia pun segera menepikan motor yang melaju, beranggapan bahwa ketika pikiran berantakan, lebih baik berhenti sejenak daripada memaksakan diri di jalan.

Lampu jalan yang temaram berkelip di kejauhan, sementara suara kendaraan lain melintas cepat, meninggalkan jejak bunyi yang samar. Safira menarik napas panjang, merasakan dingin angin malam menyapu wajahnya, seolah menegaskan betapa rapuh dan ia kembali memutar sebuah pengingat disaat ia berada dirumah sakit dalam waktu yang sudah ia lewati sebelumnya.

Rasa penasaran itu membuat Safira seolah ingin pura‑pura tertidur. Para tim medis sering mengklaim bahwa ada seseorang yang menemaninya siang dan malam, layaknya pasangan sejati. Bahkan ketika ia harus pergi sebentar, kehadirannya selalu dititipkan kepada suster.

Dan kini, semua terjawab-dialah orangnya. Tapi benarkah? Apakah dia orangnya?

Safira pusing, terlalu banyak berpikir. Ditambah lagi, gema dari mobil dan kendaraan lain yang saling melintas meninggalkan suara tak karuan, membuat kepalanya semakin berat. Akhirnya ia kembali melajukan motor tuanya, pergi menuju suatu tempat hanya untuk menenangkan pikiran yang kian semrawut.

Terhentilah motor tua itu di sebuah lokasi yang dulu pernah ia datangi untuk mencari cuan, demi melunasi tunggakan motor ini di kantor polisi. Namun jalan takdir berkata lain-kini Safira justru dihadapkan pada satu kenyataan yang membingungkan: Ferdinand, polisi ngeselin itu... benarkah dia orang yang selama ini Fira kagumi, Fira cintai, meski hanya di dunia yang berbeda?

Pak Polisi Ngeselin Itu Ternyata pacar RPkuStories to obsess over. Discover now