Bab 1

32 6 0
                                        

Naira Arunika berlari seolah-olah hidupnya bergantung pada bel sekolah. Tasnya sudah nyaris lepas dari bahu. Napasnya sudah tak beraturan. Rambut yang tadi pagi ditata di rumah serapi mungkin, kini sudah berantakan. 

"Nggak, nggak, nggak...nggak boleh telat," gumam Naira sambil mempercepat langkahnya saat hendak memasuki gerbang sekolah. Satu tangannya sibuk menahan tali tas yang terus melorot dari bahu. 

"Gue telat. Tapi kok gerbang belum ditutup ya? Lupa kali ya. Tapi udah jam 7, pasti guru udah masuk kelas," katanya lagi, kali ini lebih putus asa.

Naira bangun lebih siang dari biasanya. Setelah itu, semuanya terasa seperti perlombaan. Naira mandi secepat mungkin, mencari kaus kaki yang entah menghilang ke mana, memasukkan buku ke dalam tas tanpa sempat memeriksa ulang, lalu berangkat ke sekolah dengan satu keyakinan bahwa ia telah terlambat. 

Dia sudah terlambat. Dan sekarang, ia sedang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dari keterlambatan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Naira melirik jam tangannya sambil terus berlari.

"MATI GUE!"

Lalu–

"ADUH!" 

Kakinya tersandung lantai koridor yang sedikit menonjol ke permukaan. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh. 

"Masih pagi loh...Kok gue udah apes aja sih"

Naira mengusap lututnya sambil menggerutu, "Lutut kinclong gue lecet, nih lantai napa ga dibenerin sih, nyusahin orang aja."

Saat hendak berdiri, matanya menangkap selembar poster besar yang tertempel di mading.

OPEN RECRUITMEN ANGGOTA TIM OLIMPIADE SEKOLAH

"...hah?"

Naira mendekat. Membaca ulang.

"ANJIR!!"

Naira berlari lagi menuju kelas.

Begitu sampai di kelas, Naira langsung melemparkan tasnya ke kursi dan menghampiri dua temannya yang sedang duduk bersebelahan.

"WOI! WOI! WOI! WOI!"

Dua temannya yang sedang mengobrol langsung menoleh.

"Naira? Lu kenapa berantakan banget dah?" Kiara Prameswari mengernyit sambil memiringkan kepala.

"Kenapa lo lari-lari, Nai?" Elara Asteria ikut menatap Naira. 

"Lo dikejar debt collector tah?" Tanya Kiara

Naira tidak langsung menjawab. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja.

"Gue..." Ucapnya sambil membungkuk, berusaha mengatur napas.

"Lo apa?" Tanya Elara

"Gue tadi lihat..."

"Lihat apa? Setan? Sampe bikin lo lari ngibrit kaya tadi?" Gencar Elara

"Diem dulu, anjir! Itu si Naira lagi ngatur napas dulu!" Sebal Kiara lantaran sedari tadi Elara mencecar banyak pertanyaan.

"Tadi gue lihat pengumuman di mading."

"Pengumuman apa?" 

"OPEN RECRUITMEN TIM OLIMPIADE WOI! GASS JOIN KUY!"

Kiara dan Elara terdiam.

Kemudian—

"HAH?" Elara langsung menegakkan tubuhnya, "Seriusan?"

"IYA! Tadi gue baca sendiri di mading koridor 2," Naira bahkan sampai menunjuk ke arah pintu kelas yang terbuka seolah poster itu masih bisa terlihat dari sana.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 6 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Here, With YouStories to obsess over. Discover now