We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Our Mean Queen

4 1 0
                                        

Cuma bab ini yang mendeskripsikan berapa indahnya seorang Diva. Seorang mantan bintang iklan yang beralih jadi bintang sekolahan. Semua mata melirik dan rahang bawah terjatuh ketika ia menyusuri koridor.

"Who is this Diva?"

It's me.



01
Our Mean Queen



Gue masuk ke toilet. Dari balik bilik gue dengar perbincangan yang selalu menarik simpati gue.

"Bedak gue ga abu-abu kan?"

"Ya engga lah, ga mungkin Kak Alex mau pacaran sama cewek abu," jawab siswi satu lagi yang berambut pendek.

"Berarti udah oke?"

"Cakep say, cakep."

Di depan kaca kamar mandi kedua siswi itu menyempatkan diri untuk touch up. Memoles lipstik, memakai bedak, menata poni. Mereka memang cantik. Dan cantik itu relatif.

Gue menghela napas. Bersiap keluar dari bilik kamar mandi.

"Semua usaha kalian itu sia-sia. Tunggu sampai kalian lihat siapa yang paling cantik."

Gue membuka pintu dan membulatkan mata menatap kedua orang di depan cermin. Tangan menutup mulut seakan terpana.

Sesuai yang diharapkan mereka merespons dengan terdiam melihat pantulan seorang siswi di antara punya mereka. Dengan cepat mereka menoleh ke belakang.

"Bagus. Biar kalian tahu definisi cantik sesungguhnya itu apa."

"Wah make up kalian bagus sekali. Jadi iri...," ucap gue dengan nada paling halus, paling natural di dunia.

Mendengar itu mereka tampaknya tergugah. Tangan siswi yang tinggi bergerak memainkan ujung rambutnya, "Thanks. Lo juga touch up nya pasti jago."

"Ah ga jago kok, kalian lebih jago. Gue aja ga pernah pakai bedak, karena kulit sensitif. Tapi lain kali ajarin gue, ya?" Tanya gue menyudahi percakapan sambil berjalan ke arah pintu. Sebelum benar-benar pergi gue harus tersenyum ramah kepada mereka.

Setelah itu gue menempelkan telinga di dinding dengan tujuan seperti yang kalian duga. Menguping.

"Lo lihat kulitnya? Mulus banget gila!"

"Dia artis bukan, sih?"

"Cantik banget dia!"

"Friendly lagi orangnya...."

Gue bisa dengar siswi yang berambut pendek melompat-lompat histeris di sana. Aku menarik ujung bibir. Itu cukup memuaskan. Ya setidaknya mereka akhirnya tahu definisi cantik natural itu apa.

"Hehe...," kekeh gue pergi dari sana.

Waktu gue ceritain siapa gue semua cewek terperangah dengan mata yang berbinar. Tapi gue bukan orang yang ga berdaya seperti yang mereka pikir. Gue tahu 100% dibalik wajah takjub itu ada rasa iri. But it's okay, memang itulah tujuannya.

Tapi waktu mereka beri pujian akan kutolak dengan kerendahan hati. Karena begitulah aku dikarakterkan. Bagaikan malaikat bagi orang lain, lemah lembut, dan polos.

Lalu bagaimana dengan kaum gender sebelah? Mari kita dengar pendapat mereka!

Question : "Apa pendapat mu tentang Diva?"

A1 : Nama gue Terry. Gue dari dulu naksir sama Diva soalnya dia tipe gue banget.

A2 : Gue Farhan. Eh iya. Dengar-dengar Diva artis itu masuk sekolah kita ya? Kalau iya timingnya pas banget gue udah buat scrapbook jadi tiap bulan gue bakal minta tanda tangannya.

CHIEKO G.Stories to obsess over. Discover now