001 - the beginning

35 6 0
                                        

Pagi hari di sebuah mansion megah nan mewah yang terletak di salah satu kawasan elit Korea Selatan. Mansion tersebut merupakan kediaman keluarga terpandang yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat kelas atas—Yoo Family.

Keluarga Yoo dikenal sebagai salah satu keluarga konglomerat paling berpengaruh di Korea Selatan. Mereka merupakan pemilik dari salah satu perusahaan terbesar dan paling ternama di negeri tersebut, dengan kekayaan yang bahkan sulit untuk ditandingi oleh keluarga-keluarga lainnya.

Bagi sebagian orang, keluarga Yoo adalah gambaran sempurna dari kehidupan yang serba berkecukupan. Mereka hanya memiliki satu anak, Yoo jimin atau di sebut Karina.

Namun di balik layar yang banyak masyarakat lihat tentang Yoo family, ada kedua pasangan yaitu ayah dan ibu kandung Karina yang sering bertengkar setiap harinya saat Karina masih berumur 7 tahun.

Pada satu malam, pukul 11 malam pintu mansion terbuka cukup keras. membuat Charlie ayah kandung Karina tersentak kaget, ia menoleh ke arah pintu dan berdiri dan ternyata itu adalah istrinya Irene.

Irene menghampiri suaminya dengan amarah dan langsung menampar tanpa ragu.

"Kamu ngapain!?" Tanya Charlie dengan nada tinggi.

"Lu selingkuh dari gua? bangsat emang." umpat Irene dan menyerahkan handphone miliknya pada Charlie yang berisi gambar Charlie sedang bermesraan dengan wanita lain di salah satu hotel.

Charlie melihat gambar itu terdiam, karena itu memang dirinya.

"A-aku bisa jelasin sayang, ini foto editan!" bantah Charlie berusaha meyakinkan Irene, namun karena Irene tidak mudah di bohongi ia langsung menampar Charlie yang kedua kalinya.

"Omong kosong lu anjing. Sekarang pergi dari mansion saya dan besok kita urus surat cerai."

"Itu khilaf doang, Irene!"

"Selingkuh gabisa di bilang khilaf bodoh, sekarang keluar dari rumah yang saya beli sendiri tanpa ada uang sepeser pun dari anda." 

Irene memanggil satpam yang menjaga rumahnya dengan keras dari dalam membuat satpam segera masuk.

Setelah dua satpam masuk, Irene memerintahkan satpam untuk mengeluarkan Charlie dari rumahnya. Dan tanpa ragu satpam mengunci kedua tangan Charlie dari belakang dan membawanya keluar

Tak lama kemudian setelah urusan besar tersebut, Irene segera pergi ke kamarnya.

Sesampainya ia di kamar, ia melihat Karina yang masih berusia 7 tahun sedang duduk bersandar pada headboard dan memeluk lutut nya sendiri dengan air mata yang mengalir penuh ketakutan. Irene segera menyimpan tas di meja dan menghampiri Karina.

Irene duduk samping Karina dan memeluknya seperti memberi perlindungan, "Kamu denger semuanya? maafin bunda.."  Lirih Irene mengusap rambut anaknya.

Karina segera membalas pelukan Irene sang bundanya. "Bun.. aku takut." 

Irene menahan air matanya, "Takut kenapa sayang?" tanya lembut Irene.

"Karina dengar dari atas, ayah sama bunda teriak teriak. Karina kira ayah sama bunda bakal marahin Karina.."

"Kita gamungkin marahin kamu, sayang." 

"Terus kenapa teriak teriak? apa ayah sakitin bunda?" Pertanyaan Karina membuat Irene terdiam, bingung ingin menjelaskan seperti apa.

"Sayang.." Irene berusaha memikirkan jawaban namun kali ini sangat sulit, hingga Karina kembali berbicara. "Kalau bener, aku benci ayah."

Irene terdiam, ia tak membenarkan kebencian tersebut karena bagaimana pun Charlie tetap ayah kandung Karina.

Touch Me, Winter. | WINRINAHistórias para pegar e não largar. Descubra agora