"HUAAA..!!!"
Seorang remaja berteriak keras dari tidurnya, dia bangun dengan banyak keringat diwajahnya.
Remaja itu sedikit kurus namun tidak terlihat kurang bergizi melainkan terlihat biasa saja.
Dengan pakaian kemeja rompi merah dan celana pendek biru serta sendal jepit yang terbuat dari jerami dikakinya, dia terengah - engah seolah telah lari berpuluh - puluh kilometer.
Kemudian hal yang paling mencolok dari remaja itu adalah topi jerami dikepalanya yang secara tak sadar menjadi ciri khas baginya, dia tersadar dengan begitu kaget seolah baru saja mengalami mimpi buruk.
Tapi nyatanya dia bangun begitu kaget bukan karena mimpi buruk melainkan karena sesuatu yg mustahil.
Keringat bercucuran didahinya namun itu hanya berselang sedetik karena setelahnya raut kebingungan datang padanya.
"Eh? Dimana .. ini?"
Remaja itu kebingungan dengan perubahan yg begitu mendadak baginya, dia tidak mengenali lingkungan disekitarnya.
Atau dia tidak tahu kenapa dia ada dilingkungan itu.
Mau bagaimana pun-saat ini dia sedang berada ditengah hutan, dibelakangnya ada pohon dan disekitarnya rumput serta semak - semak.
Dia melihat - melihat sekeliling dengan tatapan penasaran dan kebingungan yg jelas diwajahnya.
"Sungguh dimana ini?! Seingatku .. aku tertabrak truk..kan?"
Dia pun langsung berdiri, hal pertama yang dia lakukan adalah memastikan dirinya sendiri, dia memastikan keberadaannya nyata karena seingatnya dia tengah mengalami kecelakaan.
Dia mencubit pipinya, dia bisa merasakan pipinya kecubit namun anehnya dia tidak merasakan sakitnya.
"Kenapa aku tidak merasakan sakit, padahal aku mencubitnya cukup kuat?"
Dia mencubitnya sekali lagi karena penasaran dan saking penasarannya, dia mencubit pipinya sangat keras hingga dia tidak sengaja menarik pipinya.
Dan hal yang tak dapat dipercaya selanjutnya adalah pipinya melar seolah elastis.
"Aku masih belum bisa merasak..!? Eh? Melar? Kok bisa?"
Keheningan datang padanya selama beberapa detik, dalam keheningan itu dia berusaha memahami apa yang terjadi padanya.
Dan karena tidak percaya pipinya bisa melar karena ditarik, dia pun kembali menarik pipinya dengan cukup kuat dan hasilnya itu lebih melar dari yang pertama kali dia tarik.
Detik berikutnya dia langsung panik dan kaget nggak percaya karena pipinya bisa ditarik panjang.
!!!!!!
"Tidak mungkin?! Kenapa pipiku bisa melar?! Dan bagaimana bisa aku melar seperti karet!?"
Dia langsung histeris tak percaya setelah memastikan dirinya untuk kedua kalinya.
Pikirannya kacau dengan dirinya yang memiliki keanehan pada tubuhnya yang seperti karet.
Dia berteriak panik hingga tangannya mencengkram kepalanya karena frustasi dengan kenyataan dirinya yang memiliki tubuh seperti karet.
"AAARGH!! Kenapa aku memiliki keanehan seperti ini?!! Seingatku, aku tidak melakukan apapun yang dapat membuatku menjadi melar seperti ini!! Aku hanya otaku penyendiri yang tak berguna?!! Kenapa aku harus mengalami keanehan seperti ini!!"
Tangannya mencengkram kepalanya bersamaan dengan teriakan dari berbagai ungkapan dan kejujuran dari lubuk hatinya.
Kemudian tangannya tak sengaja menyentuh topi jerami dikepalanya, merasa ada sesuatu dikepalanya, dia pun mengambilnya.
YOU ARE READING
The Great Luffy
FanfictionYang Mulia Truk tanpa sengaja menabrak orang sampai meninggal, sebagai permintaan maaf Yang Mulia Truk mereinkarnasikan orang itu tanpa bilang - bilang ke orangnya. Orang yg malang yg tak tahu apa - apa itu kini tersadar sebagai Luffy, semalam dia m...
